WISUDA DI ERA DISRUPSI DAN PANDEMI

(Sambutan Dalam Siwuda Santri Ponpes Al-Umm Malang, 30 Mei 2020-2021)

 

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله المبعوث للعالمين رحمة, وعلى آله وصحبه ومن سار على هداه إلى يوم القيامة. أما بعد:

 

YKM Para Kyai dan Bu Nyai

Para Asatidhah

Para wali santri

Para peserta wisuda sekolah, wisuda
pesantren, dan wisuda tahfizh

Para panitia

Anak-anakku Sekalian yang berbahagia. Tidak Teresa kalian sudah lulus dari jenjang SMP Islam al-Umm Dan SMA Islam al-Umm, tepatnya di era pandemi covid-19 ini setelah lebih dari 2x ramadhan dan 2x hari raya idul fitri. Semoga tidak 2x idul adha (Ternyata 2 X Idul Adha).

Karena masih di Syawal 1442 H kita Ucapkan :

تقبل الله منا ومنكم

Ini tentu nikmat dari Allah yang tiada terkira, dimana Allah memilih kita untuk tetap hidup hingga kelulusan ini. Subhanallah. Oleh karena itu mari semua bersyukur kpd Allah.

Era kelulusan kalian adalah era pandemic dan era disrupsi.

Selain era pandemic covid-19, Era sekarang ini disebut Era Disrupsi (عصر الاضطراب), era perubahan besar hingga mengalami kegoncangan dan kekacauan tatanan yang disebabkan oleh Revolusi industry.

– Pada mulanya, revolusi industri 1.0 terjadi di abad ke-18. Di masa ini, semua tenaga sumbernya kalau tidak dari otot, air, ya, angin.

– Akhir 1800-an, industri mobil lagi seru-serunya. Produksi besar-besaran terjadi. Sumberdaya manusia yang dibutuhkan banyak, masing-masing harus ahli. Nah, revolusi industri 2.0 terjadi ketika ada yang namanya assembly line. Assembly line mengubah proses produksi dari yang satu-satu paralel, menjadi seri. Sistemnya pakai conveyor belt. Kalau kamu liat video pabrik-pabrik yang produknya jalan, nah, tatakannya itu yang disebut conveyor belt. Ini super mempengaruhi proses produksinya. Karena dibuat seri, para pekerja menjadi harus spesialis.

– Kemudian terjadi revolusi 3.0 ketika zaman analog berubah menjadi digital, yang dimulai dengan ditemukannya computer.

– Sekarang Revolusi industri 4.0 ini menekankan pada digitalisasi. segala hal yang berkaitan dengan produksi bahkan Segala hal yang kita lakukan sekarang, terikat dengan digitalisasi. Bagaimana kita memanfaatkan google drive dan teman-temannya sebagai “mesin” untuk menyimpan data di cloud. Teknologi yang memanfaatkan big data, seperti yang dipakai oleh Gojek, Tokopedia, dan lainnya. Pun dengan Tesla, yang berhasil mengembangkan mobil tanpa awak, yang bisa mengantar penumpangnya dengan otomatis. Penemuan printer 3 dimensi yang bisa membuat berbagai macam barang juga mengubah banyak hal di dunia industri.

Sederhananya, revolusi industri 4.0 ini, dunia kita diselimuti teknologi.

Ini membuat kacau manusia menjadi korban industry, menjadi budak industry. Tatanan social kacau, tatanan ekonomi jungkir balik, tatanan pendidikan goyah dan banyak yang ambruk. Pokoknya kacau, berubah dan berbeda total dengan zaman sebelumnya.

– Hingga dua tahun lalu, di Jepang, ada gagasan yang bernama society 5.0. Sebuah sikap yang menjelaskan bahwa jika kita terlalu mengedepankan teknologi, tanpa memikirkan sisi manusia, dampaknya bisa bahaya. Society 5.0 adalah konsep di mana masyarakat kita–orang Jepang itu–harus memanusiakan manusia dengan teknologi.

Era Disrupsi tantangan dan peluang

Era Disrupsi identik dengan zaman serba internet, dimana anak-anak tidak lagi mengandalkan guru, sekolah, atau kampus sebagai media utama untuk mendapatkan informasi atau ilmu pengetahuan. Maka banyak yang milih kuliah online atau daring, tidak mau offline atau tatap muka. Maka banyak kampus yang ambruk, karena sudah digantikan oleh peran internet.

Tetapi, masalahnya : internet tidak akan pernah mampu menggantikan peran guru dan orang tua sebagai pendidik utama, apalagi pendidikan agama Islam!!

Begitu dahsyatnya era disrupsi hingga ada pepatah: berubah atau punah. Kalau tidak berubah akan punah, kalau ingin eksis harus berubah.

Berubah bagaimana? Antara lain kampus harus berubah menjadi pesantren!!! Jadi pesantren adalah lembaga pendidikan masa depan!! Tanpa pesantren cukup daring.

 

Road map/peta jalan bagi santri sudah tergambar dalam QS al-Fatihah

خريطة مسيرتكم سورة الفاتحة

  • Dunia –Akhirat
  • Manusia sebagai makhluk- Allah sebagai khaliq
  • Ada 3 bagian tauhid, Intinya ada pada tauhid ubudiyyah
  • Ada ma’rifatullah, ma’rifaturrasul, ma’rifatuthoriq (islam
  • Ada program
  • Ada teman seperjalanan
  • Ada kelompok orang yang dijauhi karena menyimpang atau dimurkai Allah
  • Ada isti’anah, ada ikhtiyar, ada tawakkal
  • Ada akhlak: dasar budi pekerti kita rahmat.
  • Disitu ada toleransi tapi juga ada militansi dalam tauhid dan beragama Islam:
  • إياك نعبد وإياك نستعين

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلِّمْنِي عَمَلًا إِذَا أَنَا عَمِلْتُهُ دَخَلْتُ الْجَنَّةَ قَالَ: «لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ شَيْئًا وَإِنْ عُذِّبْتَ أَوْ حُرِّقْتَ وَأَطِعْ وَالِدَيْكَ وَإِنْ أَخْرَجَاكَ مِنْ مَالِكَ وَكُلِّ شَيْءٍ هُوَ لَكَ، وَلَا تَتْرُكِ الصَّلَاةَ مُتَعَمِّدًا فَإِنَّهُ مَنْ تَرَكَ الصَّلَاةَ مُتَعَمِّدًا بَرِئَتْ مِنْهُ ذِمَّةُ اللَّهِ تَعَالَى، لَا تَشْرَبِ الْخَمْرَ فَإِنَّهَا مِفْتَاحُ كُلِّ شَرٍّ، لَا تُنَازِعْ ذَا الْأَمْرِ أَمْرَهُ وَإِنْ كَانَ لَكَ، أَنْفِقْ مِنْ طَوْلِكَ عَلَى أَهْلِكَ لَا تَرْفَعْ عَنْهُمْ عَصَاكَ أَخِفْهُمْ فِي اللَّهِ تَعَالَى، لَا تَغْلُلْ، وَلَا تَفِرَّ يَوْمَ الزَّحْفِ» ثُمَّ قَالَ لَهُ: «قُمْ» (تعظيم قدر الصلاة لمحمد بن نصر المروزي (2/ 890)

Oleh karena itu ustadz berpesan agar:

  1. Kalian istiqomah di atas Jalan Allah Dan Rasul-Nya Muhammad shallallahu alaihi wasallam.
  2. Berjuanglah maksimal dalam meraih cita-citamu agar terwujud tujuan mendidik kalian yaitu “menjadi manusia sholih yang memiliki profesi terpuji, berguna bagi agama Dan bangsa”.
  3. Teguhlah di atas aqidah tauhid dan ibadah Sunnah, serta berjalanlah dengan akhlak mulia (adab- pakaian- potongan rambut, dll). Tetaplah menjalin silaturrahim dengan pesantren al-Umm, dengan guru-gurumu, Dan bersatulah dengan sahabat-sahabatmu dalam kebaikan, Dan berbaktilah dengan kedua orang tuamu maka insyaAllah engkau selamat dan sukses menjadi manusia hamba Allah yang memimpin di muka bumi ini, dan bahagia di hadapan Allah subhanahu wata’ala.

 

http://www.pesantrenalumm.sch.id/wp-content/uploads/2021/06/WhatsApp-Image-2021-06-10-at-16.56.01-1200x480.jpeg

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *