SEKJEN PBB, ANTONIO GUTIERREZ, BERBICARA KEPADA DEWAN KEAMANAN MENGENAI KEKERASAN TERHADAP ROHINGYA DI MYANMAR.

Kamis 28 September, digelar rapat di markas besar PBB, New York Amerika Serikat.

Dalam pertemuan itu Sekjen PBB mengatakan: Paling tidak 500.000 orang melarikan diri dari rumah rumah mereka dan berlari menuju Bangladesh. Meskipun tidak diketahui jumlah total para pengungsi itu, diperkirakan 94 % adalah muslim Rohingya.

Kondisi kemanusiaan yang mengerikan ini bukan hanya lingkungan subur bagi kekerasan, tetapi juga menghadapkan kaum lemah termasuk anak anak kepada bahaya kejahatan-kejahatan termasuk perdagangan manusia.

Kami sudah menerima laporan mengerikan dari mereka yang melarikan diri. Terutama perempuan, anak-anak dan manula. Laporan tersebut menunnjukkan adanya kekerasan yang berlebihan, dan pelanggaran HAM berat. Termasuk penembakan tanpa pandang bulu. Penggunaan ranjau darat terhadap warga sipil, dan kekerasan seksual!

Saksikan videonya


 

(Visited 3 times, 1 visits today)

Leave a Comment

Your email address will not be published.