PENTING NYA BERTALAQQI LANGSUNG KEPADA GURU, DAN KEKURANGANNYA BELAJAR SENDIRI DARI KITAB

1. Syaikhuna Dr. Yasir al Syafii dalam kajian khataman Sunan Al Nasai baby البناء في شوال menerangkan:
Saya ngalami SENDIRI, di Mesir Ada anak muda namanya Adil, dia membeli burung merpati Dan menempatkannya di rumahnya menjelang menikah.
Ketika dia di Tanya, dia menjawab: ini adalah sunnah. Saat ditanya dimana keterangannya kalau ini sunnah? Dia menjelaskan bahwa dia membaca itu di dalam kitab SYAIKH al Albani rahimahullah yang berjudul Adab Al Zafaf:
Setelah dicek, ternyata di kitab disebutkan;
الموضوع الثالث والعشرون: وجوب اتخاذ الحمام في البيت.
Tema ke dua puluh tiga : wajibnya menjadikan hammam (kamar mandi) di rumah.

Ternyata dia membaca salah, hammam (الحمَّام) dibaca hamam (tanpa tasydid)

Kalau hammam artinya kamar mandi, kalau hamam artinya burung merpati.

Subhanallah, ini salah satu kekurangannya belajar Dari KITAB saja.

Kemudian SYAIKH Yasir bercerita lagi Ada hadits Aisyah:

تزوّجَني رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم في شوالَ ، وبَنَى بي في شوالَ . وكانت عائشةُ تستَحِبّ أن يُبْنَى بنسائِها في شوالَ
Nabi shallallahu alaihi wasallam menikahi aku di bulan Syawal, Dan membangun rumah tangga denganku di bulan Syawal. Aisyah menyukai istri-istrinya dikumpuli (hidup dalam serumah) dimulai di bulan Syawal. (HR TurmudI)

Ada orang menganjurkan untuk mengumpuli istrinya dalam karung goni karena dia membacanya “Syiwal” Bukan “Syawal”.
Syiwal artinya:

الشوال كيس من خيش يعبأ فيه الحب أو الدقيق ونحوه
Syiwal adalah karung yang terbuat dari kain goni yang berisi cinta, tepung, dan sejenisnya.

Lalu Syaikh Dr. Muhammad al Maghribi yang membaca KITAB Sunan Nasai menambahi:

Ada orang setiap kali melihat wanita berdoa:

اللهُمَّ أَحْسَنْتَ خَلْقِي ، فَأَحْسِنْ خُلُقِي
Ya Allah sebagaimana Engkau telah membaguskan fisikku maka baguskan akhlak ku.

Ternyata dia salah membaca dalam judul doa. Dia membaca:
Man nazhara fi al Mir’ah (siapa yang melihat di kaca cermin), dengan man nazhara fi al mar’ah (siapa yang melihat wanita)

Syaikh Yasir melanjutkan: Saya juga prihatin Ada syaikh sepuh membaca nama Imam Bukhari secara salah:

محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبه بن الأحنف الجعفي البخاري
Seharusnya ia baca Bardizbah, tapi dia baca
Bardazabbah.

2. Syaikhuna al Allamah Dr. Sholih al-Ushoimi
Saat Saya ngikuti khataman Sunan turmudzi bersama beliau, beliau bercerita: pernah Ada orang meneliti satu karya ilmiyyah, Ada kalimat:

قال يحي بن معين: ثقة
وقال مرة : صدوق

Dia mengartikan :
Yahya bin Ma’in berkata: dia seorang yang tsiqah.
Murrah berkata: dia shaduq (jujur)
Dia membaca marrah yang artinya “sekali” Dengan bacaan “Murrah” (Nama orang)

Lama dia mencari cari SIAPA murroh ini, sampai
Ada yang memberi tahu bahwa dia salah baca.

Ini diceritakan oleh syaikh Ushaimi saat mengomentari Ada nya salah tulis di KITAB
“Sulaiman al Yasykuri, di tullis: Salyaman al- yasykuri

Agus Hasan Bashori ngaji [11/30/2020)

(Visited 10 times, 1 visits today)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *