PENDIDIKAN ISLAM DI MINANGKABAU

(Pertumbuhan Kelembagaan Surau, Sistem Pendidikan hingga Kebangkitan

Gerakan Padri)

Berbicara tentang pendidikan Islam di Minangkabau sangat erat hubungannya dengan kedatangan Islam itu sendiri ke Minangkabau, sebab pendidikan adalah bagian dari dakwah Islam. Dalam konteks ini Mahmud Yunus mengatakan bahwa ahli sejarah menetapkan dengan pasti bahwa agama Islam mula-mula masuk ke Indonesia melalui daerah Aceh.

Dari Aceh-lah, Islam memancarkan cahayanya ke Malaka dan Sumatera Barat (Minangkabau), dari Minangkabau Islam berkembang ke Sulawesi, Ambon dan sampai di Filipina, kemudian Islam tersiar ke Jawa Timur, dari sana ke Jawa Tengah dan ke Banten, sampai ke Lampung dan Palembang dan ke seluruh kepulauan Indonesia.

KEHADIRAN DAN PENYEBARAN ISLAM DI MINANGKABAU

Sebagian ahli sejarah berpendapat bahwa agama Islam masuk Minangkabau kira-kira pada tahun 1250 M, tentu pada waktu itu pulalah mulainya sejarah pendidikan Islam di sana. Menurut Mahmud Yunus’, Islam telah tersiar di Pariaman (Minangkabau) sebelum tahun 1066 H sebab tahun tersebut adalah tahun kelahiran seorang ulama yang terkenal sebagai pembawa lslam ke Minangkabau yang bernama Syeikh Burhanuddin. Mahmud Yunus menegaskan bahwa Syeikh Burhanuddin adalah asli

kelahiran Sintuk-Pariaman pada tahun 1066 H (1646 M), mula-mula dia belajar Islam di kampungnya, yang berarti sudah ada keluarga atau komunitas Muslim di sana. Kemudian melanjutkan pendidikannya ke Aceh (Kotaraja) pada Syeikh Abdur Rauf Ibn Ali As-Singkeli. Setelah belajar selama sepuluh tahun di Aceh,

(Visited 65 times, 1 visits today)

Leave a Comment

Your email address will not be published.