Para Mahasiswa Walk Out, Meninggalkan Tokoh Liberal

Para mahasiswa Universitas Yamamah melakukan walk out meninggalkan nara sumber Ibrahim al-Bleahy setelah tokoh liberal itu menyebut pemikiran mereka itu sebagai “orang tua renta yang lemah dan kanak-kanak” dan setelah mengatakan bahwa kita umat Islam berhutang kepada Barat.

Ceritanya, setelah tokoh liberal yang juga anggota Majlis Syuro Saudi Arabia itu berceramah maka salah seorang hadirin berdiri membantah dengan mengatakan:
“Pertama, Anda mengatakan timur tradisional , Barat kritis. Kedua, Anda mengatakan Barat adalah kelanjutan dari Yunani, ketiga: Anda mengatakan kita ini butuh (bergantung) kepada dunia dan yg lainnya. Tiga hal ini saya sama sekali tidak sependapat.

Pertama tatkala Anda berbicara atas peradaban Yunani dan berbicara tentang peradaban Barat Anda lupa peradaban Andalus. Peradaban Andalus wahai tuanku yang mulia, jika Anda mengetahui sumbernya. Kita kaum muslimin ini adalah orang pertama yang menemukan ilmu eksperimen (experimental science). Bagaimana? Anda harus tahu bagaimana ilmu eksperimen ini muncul wahai tuan yang mulia. Tuan yang mulia, ilmu ini muncul, ketika para mujahidin yang membuka wilayah islam baru keluar dari jazirah arab mereka bertemu dengan peradapan Yunani yang mayoritasnya bersifat terori. Peradaban dan filsafat Yunani kebanyakan bersifat teori. Ketika para mujahid itu keluar dari jazirah Arab mereka bertemu dengan peradaban ini dan sebagian peradaban Cina. Para sahabat itu diajari oleh Rasulullah  apabila turun 10 ayat maka mereka wajib mempelajarinya, menghafalkannya dan mempraktekannya. Ilmu eksperimen itu adalah ilmu aplikatif, sesungguhnya ia adalah ilmu yang didapat dari al-Qur`an dan dari para sahabat. Para sahabat itu (maksudnya para mujahid) ketika keluar dan bertemu dengan peradaban Yunani, Anda tahu apa yang mereka katakan? ‘Kita ini, diajari oleh Rasul i, bahwa apa saja yang bersifat teori harus diaplikasikan’. Dengan fakta seperti ini dibangunlah peradaban Andalus, yaitu dibangun di atas ilmu ekperimental.

Ucapan ini wahai tuanku, ketika Anda mengatakan bahwa peradaban Barat adalah kelanjutan dari Yunani, Anda lupa, kami bangsa Arab ini karena pemahaman ini.. .”

Penanya itu langsung ditegur: Tolong disingkat, ini ceramah”
Maka penanya itu menjawab: Bukan, ini bukan ceramah, ini ucapan yang sangat penting. Apa yang Anda bicarakan dalam ceramah, yaitu pengakuan Anda kepada Barat, maka saya katakan: Peradaban modern sekarang ini adalah kelanjutan dari peradaban Andalus. Terima kasih.
Para mahasiswa yang hadir merasa terwakili dengan ucapan itu, maka mereka pun menyambut dengan tepuk tangan meriah (meskipun seharusnya yang lebih baik –menurut Islam- bukan bertepuk tangan tapi bertakbir).

Mendengar kritikan tajam dari penanya tersebut tokoh liberal Saudi itu langsung menyerang: “Tidak aneh kalau ia mengatakan seperti itu, sebab yang dia ucapkan mirip dengan ucapan orang tua renta dan kanak-kanak. Semua kalian… oleh karena itu , tepuk tangan juga sangat meriah karena ia menggerakkan emosi kalian , karena ia berkata kepada kita…”
Maka penanya menyergah: “Tuanku yang mulia ini bukan jawaban”
Ibrahim al-Bleahy melanjutkan: “Karena ia mengatakan kepada kita bahwa kita ini peradaban, kita ini pemilik peradaban, bukan mereka.”

Mendengar tanggapan penceramah yang tidak lagi ilmiah, maka penanya tadi maju lagi dan berkata: “Tuanku yang mulia bukan begitu caranya menjawab yang benar. tolong dijawab ucapan saya tuanku yang mulia. Saya akan meninggalkan anda. Selamat tinggal.”
Dengann demikian tokoh liberal itu pun tersentak kaget, dan tidak menjawab apa-apa. Maka para mahasiswa berhamburan keluar meninggalkan ruangan.

Perlu diketahui bahwa Ibrahim al-bleahy ini juga Penulis di harian al-Riyadh, dan di tahun 2005 pernah tampil di acara di TV al-Arabia lalu mengatakan sesuatu yang menyakitkan hati umat Islam khususnya masyarakat Saudi. Dia berkata : “Pantas saja Amerika melakukan tindakan-tindakan keras kepada umat Islam setelah serangan 11 september 2001, sebab umat Islam adalah penyebab kemunduran dunia dari kebebasan, setelah penemuan terbesar mereka untuk dunia adalah membunuh, mengebom dan memenggal kepala.”!!

Melihat sepak terjang Ibrahim al-Bleahy seperti ini maka kita tidak merasa heran dengan ungkapan-ungkapannya yang menyudutkan umat Islam dan membela Barat, dan kita tidak merasa heran pula dengan sikap para Mahasiswa Universitas Yamamah tersebut yang memilih walk out setelah melihat ucapat Ibrahim al-Bleahy tidak ilmiah dan tidak bermutu.

Peristiwa ini menginspirasi dan memotivasi kita untuk menjauhi pemikiran liberal dan pemikir liberal, sebab kebanyakan tidak ilmiah dan selalu bersebrangan dengan Islam dan cenderung menuduh umat Islam, dan membela yang bukan Islam.
Peristiwa ini menginspirasi dan memotivasi kita untuk berani berdiri memberikan kritikan yang sopan, tegas dan ilmiah kepada para dosen atau nara sumber yang berbicara salah, dan membawa pemikiran salah.

Peristiwa ini menginspirasi dan memotivasi kita, jika sudah tidak bermanfaat bermajlis di situ maka hendaklah meninggalkan tempat itu, agar hati dan akal kita tidak dikotori oleh syubhat-syubhat dan tuduhan-tuduhan.

Peristiwa ini mengingatkan kita agar mengganti tepuk tangan dengan tasbih atau takbir.

(Visited 5 times, 1 visits today)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *