MENDIDIK ANAK, MEMBIMBING ISTRI DAN MELAYANI KELUARGA (Bagian 2)

  1. Ahmad bin Hanbal -Rahimahullah-

Shalih bin Ahmad bin Hanbal berkata: “Ayah saya itu, apabila datang kepada beliau seorang yang zuhud atau hidup tirakat beliau menyuruh saya untuk melihat dan memperhatikannya, karena beliau ingin agar aku menjadi seperti orang itu!!” (Al-Siyar, 12/530)

Inilah salah satu pendidikan yang sukses, orang tua selalu mengenalkan dan mengikat anak dengan figur yang shalih yang menjadi contoh bagi gantungan cita-cita anak. Tidak seperti zaman sekarang, anak-anak mencari sendiri figur yang diidolakan melalui televisi dan dunia hiburan. Sungguh jauh antara hasil akhir dari dua model “pendidikan” tersebut!

2. Muslim Abu Abdillah al-Hanafi -Rahimahullah-

Muslim al-Hanafi berkata:

«بِرَّ وَلَدَكَ فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ يَبَرَّكَ, وَإِنَّهُ مَنْ شَاءَ عَقَّ وَلَدَهُ»

“Berbuat baiklah kepada anakmu karena hal itu lebih layak agar dia berbakti kepadamu. Sesungguhnya siapa yang mau, bisa saja ia durhaka kepada anaknya.” (Ibnu Abiddunya, al-Nafaqah ‘ala al-Iyal, 1/305, no. 149)

Ungkapan Muslim al-Hanafi ini mengingatkan kita semua agar menanam apa yang ingin kita petik buahnya, jika kita menanam kebaikan maka kita akan memetik buah kebaikan, namun jika menanam pohon keburukan maka jangan salahkan dan jangan menyesal jika yang keluar adalah buah kedurhakaan. Artinya perilaku anak adalah hasil pendidikan yang dia dapatkan dan perilaku orang tua yang dia saksikan.

Pepatah mengatakan:

كَمَا زَرَعْتَ تَحْصُدُ وَمَا زَرَعْتَهُ تَحْصُدُهُ

“Sebagaimana engkau menanam engkau akan mengetam, dan apa yang engkau tanam itulah yang akan engkau ketam.

3. Abdullah bin Isa -Rahimahullah-

Abdullah bin Isa-Rahimahullah- berkata:

«لَا تَزَالُ هَذِهِ الْأُمَّةُ بِخَيْرٍ مَا تَعَلَّمَ وِلْدَانُهَا الْقُرْآنَ»

“Umat ini senantiasa dalam kebaikan selagi anak-anaknya belajar al-Qur`an.” (an-Nafaqah ‘ala al-Iyal, 1/480, no. 309)

Imam ibnu Abiddunya-Rahimahullah- menulis atsar ini dengan judul “Bab mengajari anak-anak kecil al-Qur`an” lalu ia menuturkan hadits dengan sanadnya dari Aisyah  bahwa Rasulullah -Shalallahu alaihi wa salam- bersabda:

«مَنْ عَلَّمَ وَلَدًا لَهُ الْقُرْآنَ قَلَّدَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقِلَادَةٍ يَعْجَبُ مِنْهَا الْأَوَّلُونَ وَالْآخِرُونَ»

“Barang siapa mengajari anaknya al-Qur`an maka nanti di hari kiamat dia akan diberi kalung (medali) yang dikagumi oleh manusia yang pertama dan manusia yang terakhir.”[1] Lalu dia menyebutkan ucapan Abdullah bin Isa di atas.

Apa yang dikatakan oleh Abdullah bin Isa adalah benar sebagaimana sabda dan wasiat Nabi -Shalallahu alaihi wa salam-. Juga dibenarkan oleh orang kafir sekalipun, sebagaimana William Ewart Gladstone, mantan perdana menteri Inggris selama empat periode (zaman Queen Victoria).[2] Dikisahkan, dia mengatakan di hadapan Parlemen Inggris sambil memegang mushhaf al-Qur`an dengan tangan kananya: “As long as this Quran exists, Europe will never be able to conquer the Islamic East.” (Selama Al-Qur’an masih berada di tangan kaum muslimin, Eropa tidak akan sanggup menguasai Timur).

Dia juga mengatakan:

إن العقبة الكئود أمام استقرارنا بمستعمراتنا في بلاد المسلمين هي شيئان ولابد من القضاء عليهما مهما كلفنا الأمر : أولهما هذا الكتاب وسكت قليلاً بينما أشار بيده اليسرى نحو الشرق وقال : وهذه الكعبة

“Sesungguhnya kendala utama yang menghadang stabilitas kita di daerah-daerah jajahan kita di negeri-negeri kaum muslimin ada dua hal, dan harus kita sirnakan betapapun harga yang harus kita bayar; yang pertama adalah kitab ini. Lalu dia diam sejenak lalu dia menunjuk ke arah timur dan berkata: dan ka’bah ini.”[3]

Bahkan dikabarkan dia juga berkata:

لن تستقيم حالة الشرق ما لم يرفع الحجاب عن وجه المرأة ويغطى به القرآن

“Keadaan Timur tidak akan tegak selagi tidak diangkat hijab dari wajah muslimah dan ditutupkan pada al-Qur`an.”[4]

Gubernur Jenderal Perancis di Aljazair, dalam peringatan seratus tahun pendudukan Perancis atas Aljazair, juga mengatakan,

إننا لن ننتصر على الجزائريين ما داموا يقرؤون القرآن ويتكلمون العربية فيجب أن نزيل القرآن العربي من وجودهم ونقتلع اللسان العربي من ألسنتهم»

“Kita tidak akan bisa mengalahkan orang-orang Aljazair selama mereka masih membaca Al-Qur’an dan berbicara dengan Bahasa Arab. Maka, kita wajib menghilangkan Al-Qur’an Arab dari keberadaan mereka, juga mencabut Bahasa Arab dari lidah mereka.”[5]

Demikianlah wahai kaum muslimin pengetahuan mereka tentang peran al-Qur`an di tengah umat Islam, dan upaya mereka untuk menjauhkan kaum muslimin dari al-Qur`an dan Bahasa Arab. Oleh karena itu mari kita didik terus generasi kita dengan al-Qur`an sebagaimana orang-orang tua kita mengajari kita al-Quran hingga televisi Ingris pun setelah satu setengah abad malah menyiarkan ayat-ayat suci al-Quran dan negeri Inggris serta Perancis menjadi tempat berkembangnya agama Islam. Allahu akbar!

4. Muhammad bin Sirin-Rahimahullah-

Muhamad bin Sirin-Rahimahullah- berkata: dulu mereka berkata: “Muliakan anakmu dan baguskanlah dalam membimbingnya.”

5. Sufyan -Rahimahullah-

Sufyan al-Tsauri -Rahimahullah- berkata: dulu dikatakan: “Di antara hak anak atas orang tua adalah memperbaiki pendidikan akhlaknya.” (al-Iyal, 1/505)

Mubarak bin Said berkata, Sufyan menulis surat kepadaku: “Amma ba’du, hendaklah engkau mengurus keluargamu dengan baik, dan hendaklah kematian menjadi perhatianmu. Wassalam.” (al-Hilyah, 7/52)

Sufyan al-Tsauri -Rahimahullah- berkata: “Hendaklah seorang ayah itu memaksa anaknya untuk belajar ilmu, karena dia akan ditanya tentangnya.” (al-Siyar, 7/273)

6. Malik bin dinar -Rahimahullah-

Malik bin Dinar -Rahimahullah- melihat seseorang yang tidak bagus shalatnya, dia berkata: “Alangkah sayangnya aku pada keluarganya!” Maka dikatakan kepadanya: “Dia itu shalatnya jelek lalu Anda menyayanginya?” Dia menjawab: “Sesunggunya dia adalah yang paling tua dari mereka, dari dialah mereka belajar.” (Shifah al-Shafwah, 3/287)

7. Hasan Bashri -Rahimahullah-

Hasan Bashri -Rahimahullah- berkata: semoga Allah merahmati orang yang menasehati dirinya dan keluarganya, maka ia mengatakan: “Wahai keluargaku (anak dan istriku) perhatikan shalat kalian, zakat kalian, tetangga kalian, dan orang-orang miskin kalian, mudah-mudahan Allah merahmati kalian pada hari kiamat, karena Allah -Subhanahu wa ta’ala- memuji hamba yang amalnya adalah demikian, maka Dia berfirman:

وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُ بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ وَكَانَ عِنْدَ رَبِّهِ مَرْضِيًّا.

“Dan ia menyuruh ahlinya [keluarganya, juga umatnya] untuk menegakkan shalat dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya.” (QS. Maryam: 55) [*]

  1. Disebutkan oleh al-Muttaqi al-Hindi dalam Kanzul Ummal, 1/533, no.2386.

  2. William Ewart Gladstone (18091898) adalah mantan Perdana Menteri Britania Raya tipe liberal yang menjabat 4 kali antara 1868-1874, 1880-1885, 1886, serta 1892-1894. Ia mendirikan Partai Liberal (1868-1894). Ia sangat piawai berorasi dan cakap dalam urusan perekonomian. Pada masa pemerintahannya, Britania melakukan invasi ke Mesir pada 1882.

  3. http://ar.wikipedia.org/wiki/; http://www.quraan-sunna.com/vb/showthread.php?t=11545; Majallah al-Wa’i al-Islami http://www.alwaei.com/site/index.php?cID=593

  4. Dr. Muhammad Islaim al-Muqaddam dalam kitab ‘Audah al-Hijab” Lihat http://www.quraan-sunna.com/vb/showthread.php?t=11545; http://www.almostshar.com/web/Subject_Desc.php?Subject_Id=2862&Cat_Subject_Id=35&Cat_Id=3

  5. http://www.muslm.net/vb/archive/index.php/t-389898.html

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *