MENDIDIK ANAK, MEMBIMBING ISTRI DAN MELAYANI KELUARGA (bagian 1)

Umar bin al-Khaththab

Zaid bin Aslam meriwayatkan dari ayahnya bahwa Umar melakukan shalat malam selama waktu yang Allah kehendaki, hingga ketika di akhir malam maka beliau membangunkan keluarganya (istri dan anaknya) seraya berkata membangunkan: “Ayo shalat! Ayo shalat!” Dan beliau membaca ayat:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْها

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.” QS. Thaha: 132) (Al-Tahajjud wa Qiyam al-Lail, 301)

Apa yang dilakukan oleh Umar ini adalah hasil bimbingan Rasulullah i kepada para sahabatnya, dan praktik Rasulullah i di dalam keluarganya. Maka Rasulullah i bersabda:

«رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّى، وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ، فَإِنْ أَبَتْ، نَضَحَ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ، رَحِمَ اللَّهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ، وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا، فَإِنْ أَبَى، نَضَحَتْ فِي وَجْهِهِ الْمَاءَ»

Allah merahmati seorang suami yang bangun malam lalu shalat, dan membangunkan istrinya, jika ia menolak ia memercikkan air di mukanya. Allah merahmati seorang istri yang bangun malam yang lalu shalat dan membangunkan suaminya, dan jika menolak maka ia memercikkan air di mukanya.” (HR. Abu Daud, Nasa’i, Ibnu Majah, dari Abu Hurairah , Shahih)

Sungguh harmonis hubungan suami istri yang sampai pada tingkat saling memercikkan air di mukanya demi menegakkan shalat malam di rumahnya.

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *