MENCETAK KADER DI ERA DISRUPSI, DI TENGAH PANDEMI

صناعة الرجال في عصر الاضطراب، وسط الجائحة، فريضة دينية، وضرورة وطنية.

(Wisuda MAA ke-3, 21 Dzulhijjah 1442/ 31 Juli 2021)
Mengapa saya sebut di era disrupsi dan di tegah pandemi?
Ini agar kita mengerti tantangan kemudian peluang bagi MAA, AMQ dan Pendidikan Tinggi lainnya.
Tantangan kita:
1. Era disrupsi atau era kegoncangan system dan era pertempuran millenial
a. Kegoncangan system
Kegoncangan ini terjadi di segala bidang khususnya tata nilai.
Sudah saya sampaikan pada waktu wisuda ponpes al-Umm (30 Mei 2021) bahwa Era Disrupsi identik dengan zaman serba internet, dimana anak-anak tidak lagi mengandalkan guru, sekolah, atau kampus sebagai media utama untuk mendapatkan informasi atau ilmu pengetahuan. Maka banyak yang milih kuliah online atau daring, tidak mau offline atau tatap muka. Maka banyak kampus yang “ambruk”, karena sudah digantikan oleh peran internet.
Tetapi, masalahnya : internet tidak akan pernah mampu menggantikan peran guru, murabbi dan orang tua sebagai pendidik utama, apalagi pendidikan agama Islam!!
Begitu dahsyatnya era disrupsi hingga ada pepatah: “berubah atau punah”. Kalau tidak berubah akan punah, kalau ingin eksis harus berubah.
Berubah bagaimana?
Antara lain kampus harus berubah menjadi pesantren atau berbasis pesantren!!! Sebab pesantren wajib “mondok”, belajar agama Islam yang terdiri dari Islam, Iman, Ihsan dan Adab harus dengan system talaqqi wa al-mulazamah.
Jadi pesantren adalah lembaga pendidikan masa depan!! Tanpa pesantren cukup daring.
Namun demikian tetap yang namanya IT (Teknologi Informasi) harus dikuasai oleh para santri.
b. Pertempuran millenial
Pertempuran ini erat kaitannya dengan istilah:
– Clash of civilisation (benturan budaya), akibat globalisasi atau pun the New World Order.
– Proxy war ataupun asymmetrical war
Seiring perkembangan llmu pengetahuan dan teknologi, sifat dan karakteristik perang telah bergeser, dimana saat ini kemungkinan terjadinya perang konvensional antar dua negara semakin kecil. Perang masa kini yang terjadi dan perlu diwaspadai oleh Indonesia salah satunya adalah Perang Proxy (Proxy War). Proxy War tidak melalui kekuatan militer, tetapi perang melalui berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Baik melalui politik, ekonomi, sosial dan budaya termasuk bidang lainnya. Hal inilah yang akan dihadapi oleh Bangsa Indonesia ke depan.
Peperangan masa depan ini bersifat total , dimana segala cara dan sarana dibenarkan untuk mencapai tujuan. Ini sesuai dengan teori yang dikatakan Mao Tse Dong untuk mencapai tujuan perang segala cara dan sarana dapat saja dilakukan tanpa mengindahkan moral dan berkembangnya kebencian.
Perang Proxy atau Proxy War adalah sebuah konfrontasi antar dua kekuatan besar dengan menggunakan pemain pengganti untuk menghindari konfrontasi secara langsung dengan alasan mengurangi risiko konflik langsung yang berisiko pada kehancuran fatal.
Sementara Istilah perang asimetris digunakan oleh sejarawan militer untuk merujuk pada perang tak-beraturan seperti yang terjadi dalam perang gerilya atau dalam peperangan di mana satu pihak yang bertikai biasanya beroperasi dalam unit kecil, menggunakan metode tempur tidak konvensional melawan tentara reguler.
– Perang Abad Millenial dan Kontemporer (معركة القرن (الألفية) والعصر)

Sekali lagi, saya menegaskan keyakinan saya bahwa pertempuran abad dan era yang dimulai sebelum awal abad ini, tetapi akan menjadi pertempuran paling sengit dalam beberapa dekade mendatang adalah pertempuran melawan penyimpangan di lima frontnya:
– Anomali intelektual yang disebut “Ateisme”
الشذوذ الفكري وعنوانه “الإلحاد”
(Disini kita merasakan: Sekularisme, Liberalisme, Komunisme, Ahmadiyyah, Syiah, Bahaiyyah, Sekte-sekte sempalan lainnya diusung dan dilindungi, umat islam Sunni yang mayoritas dibelah dan dimusuhi).
– Anomali politik berjudul “Normalisasi dengan entitas Zionis dan normalisasi dengan tirani dan kebiadaban”
الشذوذ السّياسي وعنوانه “التّطبيع مع الكيان الصّهيوني والتّطبيع مع الاستبداد والطغيان”
– Anomali ekonomi dengan judul perang dagang di bidang teknologi, kesehatan (vaksin covid-19), energi dan minyak.
الشذوذ الاقتصادي بعنوان حرب تجارية في مجالات التكنولوجيا والصحة (اللقاح) والطاقة والنفط
– Anomali perilaku yang disebut “homeseksual” atau lebih luas “LGBT” (lesbian, gay, biseksual, transgender).
الشذوذ السّلوكي وعنوانه “المثلية”
Soal penyimpangan seksualitas ini kita lihat dari yang bisa dipantau dan dicatat, yaitu pengajuan dispensasi untuk menikah akibat zina. Di Indonesia batas usia minimal perkawinan direvisi menjadi 19 tahun melalui Undang-undang Nomor 19 tahun 2019.
Dispensasi adalah suatu upaya kelonggaran yang diberikan oleh Pengadilan Agama kepada calon suami dan isteri yang belum mencapai batas umur terendah agar dapat melangsungkan perkawinan.
Pengadilan Agama Jepara, Jawa Tengah mencatat, selama masa pandemic covid, sejak Januari hingga Juli 2020 sebanyak 236 remaja rentang usia 14 tahun-18 tahun mengajukan dispensasi nikah melalui pemohon. Dari total 236 pengajuan pernikahan dini tersebut, 52,12 persen di antaranya akibat faktor hamil di luar nikah.

Di Bantul, angka perkawinan usia dini cukup tinggi, yaitu sebelum covid sekitar 70 kasus pada 2008, 83 kasus pada 2009, dan 90 kasus selama 2010. Hal ini terjadi karena si anak sudah hamil terlebih dahulu akibat hubungan bebas yang dilakukannya.
Di Provinsi DI Yogyakarta, selama pandemic covid-19 tahun 2020, dari 700 dispensasi kawin yang dikabulkan di pengadilan agama, 80% disebabkan karena kehamilan di luar nikah.
Di Madiun, Pernikahan dini naik signifikan selama masa pandemi Covid-19. selama delapan bulan terakhir, dari Januari hingga Agustus 2020 tercatat mencapai 120 pengajuan dispensasi nikah. Jumlah ini naik lebih dari 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 50 orang. Kenaikan angka pernikahan dini ini dipengaruhi beberapa factor, salah satu di antaranya karena hamil di luar nikah.
Di Pacitan, Permohonan dispensasi nikah selama tahun 2019 mencapai 155 kasus dengan kasus hamil diluar nikah mencapai 120 kasus.
Di Kabupaten Lombok Utara, sejak Januari sampai dengan 8 September 2020, terdapat 522 pengajuan dispensasi nikah di Pengadilan Agama. Menurut data Dinas Kesehatan di Kabupaten Lombok Utara terdapat 408 kehamilan pada anak, sedangkan data perceraian di NTB sebanyak 5.560 kasus.
– Anomali sosial dan judulnya “Feminisme”.
الشذوذ الاجتماعي وعنوانه “النِّسويّة”
Mereka yang bekerja di bidang Islam, termasuk para da’i, cendekiawan, pemikir, dan lainnya, memasuki pertempuran ini dengan banyak keriuhan (kegaduhan) dan sedikit penggilingan (produksi), dengan banyak diagnosis dan sedikit teori tentang solusi, dengan banyak ide dan sedikit kerja. .
Sementara pihak lain memasuki pertempuran lengkap dengan persenjataan, perencanaan dan perlengkapan dengan kekuatan personil, pengaruh dan pusat-pusat komando, keputusan dan kebijakan, dan disuplai dengan uang berlimpah.
بعد الاستعانة بالله والاستعصام بحبله المتين.
Maka pertama kali, kita perlu menyadari bahayanya pertempuran ini.
نحتاجُ إلى إدراك خطورة المعركة أولًا.
Kedua, membekali diri dengan pengetahuan yang sebenarnya.
والتّسلّح بالمعرفة الحقيقيّة ثانيًا.
Ketiga, memobilisasi upaya dalam membuat teori yang bermanfaat, perencanaan yang ketat, dan implementasi yang terintegrasi.
واستنفار الجهود في التّنظير المثمر والتخطيط المحكم والتنفيذ التكامل ثالثا.
Itu semua dengan syarat mendapatkan pertolongan Allah, dan berpegang teguh pada tali agamaNya yang kuat.
2. Era Pandemi covid-19
Sebelum terjadi pandemi Covid-19 tahun 2020 lalu, sudah banyak ulama-ulama kita yang Allah wafatkan. Begitu muncul pandemi sekarang ini makin banyak lagi ulama-ulama yang selama ini menjadi panutan dan teladan kita dalam bidang ilmu dan akhlak wafat karena Covid-19. “Kini sudah lebih 900 ulama Islam yang meninggal karena Covid-19,” ujar Prof Dr Cholil Nafis di live Zoom pemakaman Prof Dr Huzaemah Tahido Yanggo, 23 Juli 2021 lalu.
Itu tingkat ulama, belum lagi tingkat di bawahnya para ustadz dan para da’I, sebagaimana sahabat-sahabat kita yang sudah mendahului kita dalam usia muda:
Ustadz Husnul Yaqin Surabaya, Ustadz Masruhin Tuban, Ustadz Abu Mus’ab Jogja, Bapak Syuhadak Sukorjo Pandaan, Ustadz Dr. Ainul Haris Surabaya, Ustadz Adil Harahap Padang Luar Sumut, dlsb. Maka bisa diperkirakan yang wafat sudah lebih dari 1000. Apalagi yang sakit masih banyak seperti Ustadz Andri Kurniawan M.Ag., Bapak Abah Odil dll.
Kita tidak bisa berdiam diri menghadapi kondisi seperti ini. Ulama dan da’i tidak turun begitu saja dari langit. Mereka adalah produk pendidikan yang ditempa dengan problematika di masyarakat dalam waktu panjang. Ulama dan da’i harus terus lahir dan dilahirkan.
Oleh karena itu Yayasan Bina al-Mujtama terus mengembangkan unit-unit usahanya, khususnya di bidang pendidikan dan pengkaderan., melalui Ponpes al-Umm, Akademi Muallim al-Qur`an (AMQ), dan Ma’had Aliy al-Aimmah (MAA).
Alhamdulillah kali ini kita berhasil mewisuda ke-3 sebanyak: 17 mahasantri, dengan rincian:
Dan Alhamdulillah kita menerima mahasantri baru berjumlah:
MA: 27
AMQ: 10
Dengan demikian:

صناعة الرجال في عصر الاضطراب، وسط الجائحة، فريضة دينية، وضرورة وطنية. ليس فقط رجال الدين وإنما كذلك رجال الدولة:
الأحكام السلطانية للماوردي (ص: 13)
قَالَ الشَّيْخُ الْإِمَامُ أَبُو الْحَسَنِ الْمَاوَرْدِيُّ: فَإِنَّ اللَّهَ جَلَّتْ قُدْرَتُهُ نَدَبَ لِلْأُمَّةِ زَعِيمًا خَلَفَ بِهِ النُّبُوَّةَ، وَحَاطَ بِهِ الْمِلَّةَ، وَفَوَّضَ إلَيْهِ السِّيَاسَةَ؛ لِيَصْدُرَ التَّدْبِيرُ عَنْ دِينٍ مَشْرُوعٍ، وَتَجْتَمِعَ الْكَلِمَةُ عَلَى رَأْيٍ مَتْبُوعٍ، فَكَانَتْ الْإِمَامَةُ أَصْلًا عَلَيْهِ اسْتَقَرَّتْ قَوَاعِدُ الْمِلَّةِ، وَانْتَظَمَتْ بِهِ مَصَالِحُ الْأُمَّةِ حَتَّى اسْتَثْبَتَتْ بِهَا الْأُمُورُ الْعَامَّةُ.
الأحكام السلطانية للماوردي (ص: 15)
الْإِمَامَةُ: مَوْضُوعَةٌ لِخِلَافَةِ النُّبُوَّةِ فِي حِرَاسَةِ الدِّينِ وَسِيَاسَةِ الدُّنْيَا، وَعَقْدُهَا لِمَنْ يَقُومُ بِهَا فِي الْأُمَّةِ وَاجِبٌ بِالْإِجْمَاعِ.
أَهْلُ الْإِمَامَةِ فَالشُّرُوطُ الْمُعْتَبَرَةُ فِيهِمْ سَبْعَةٌ:
أَحَدُهَا: الْعَدَالَةُ عَلَى شُرُوطِهَا الْجَامِعَةِ1.
وَالثَّانِي: الْعِلْمُ الْمُؤَدِّي إلَى الِاجْتِهَادِ فِي النَّوَازِلِ وَالْأَحْكَامِ.
وَالْخَامِسُ: الرَّأْيُ الْمُفْضِي إلَى سِيَاسَةِ الرَّعِيَّةِ وَتَدْبِيرِ الْمَصَالِحِ.
وَالسَّادِسُ: الشَّجَاعَةُ وَالنَّجْدَةُ الْمُؤَدِّيَةُ إلَى حِمَايَةِ الْبَيْضَةِ وَجِهَادِ الْعَدُوِّ.
وَاَلَّذِي يَلْزَمُهُ مِنَ الْأُمُورِ الْعَامَّةِ عَشَرَةُ أَشْيَاءَ:
أَحَدُهَا: حِفْظُ الدِّينِ عَلَى أُصُولِهِ الْمُسْتَقِرَّةِ، وَمَا أَجْمَعَ عَلَيْهِ سَلَفُ الْأُمَّةِ، فَإِنْ نَجَمَ مُبْتَدِعٌ أَوْ زَاغَ ذُو شُبْهَةٍ عَنْهُ، أَوْضَحَ لَهُ الْحُجَّةَ، وَبَيَّنَ لَهُ الصَّوَابَ، وَأَخَذَهُ بِمَا يَلْزَمُهُ مِنَ الْحُقُوقِ وَالْحُدُودِ؛ لِيَكُونَ الدِّينُ مَحْرُوسًا مِنْ خَلَلٍ، وَالْأُمَّةُ مَمْنُوعَةً مِنْ زَلَلٍ. (ليس بالعكس مثلا مساندة البهائية)

Untuk tambahan bekal belajar dan mengajar, wisudawan ke-3 ini :
Diberi ijazah ulum syar’i, antara lain:
1. Aqidah imam Asy’ari dan salaf sholih
2. Aqidah ibn abi daud manzhumah haiyyah
3. Ushul aqoid al-Diniyyah Al-Sa’di
4. Ushul al-Sunnah al-Humaidi
5. Adab daris wa mudarris al-Qosimi
6. Nasihah waladiyyah al-Baji
7. Arbain Nawawiyyah
8. Fiqih Matan Al Taqrib, Abi Syujak
9. Mukhtashor Siroh abdul Ghoni al-Maqdisi
Yang belum siap kertas ikazahnya:
10. Kitab tauhid Ibn Rajab
11. Kitab Zadul Maab Ibnul Qoyyim
Selamat!!!!

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *