MANFAAT PERSATUAN DAN BAHAYA PERPECAHAN

Persatuan umat Islam diatas agama Islam sangat penting, khususnya di zaman kita yang penuh dengan tantangan dan ancaman ini, dimana negara-negara Islam dijajah dan dipecah belah, umat Islam dijadikan target penjajahan mereka. Oleh karena itu persatuan umat Islam akan memberikan manfaat yang sangat banyak bai umat Islam, antara lain:

1. Persatuan itu akan membantu masyarakat muslim untuk menghadapi tantangan. Jika kita bersatu maka kita bisa bertahan di hadapan tantangan-tantangan zaman yang sangat banyak. Yakinlah, bahwa umat dan bangsa ini tidak akan mampu menghadapi tantangan zaman, kecuali dengan persatuan.

2. Persatuan membantu untuk menunjukkan kebesaran Islam dan kekuatan umat. Meskipun jumlah umat Islam 1,6 miliar, tetapi kalau tidak bersatu maka tidak manfaat besarnya jumlah.

3. Persatuan akan mewujudkan makna-makna keadilan, cinta dan persaudaraan. Ini akan tercapai manakala umat Islam menghayati syiar-syiah Islam, ajaran-ajaran Islam, memperhatikan adab-adab islam, menegakkan syiar tanasukh (saling menasehati), saling peduli dan menunaikan hak-hak ukhuwah.

4. Persatuan akan dapat memberantas fanatisme kesukuan (tribalisme). Jika kita semua shalat berjamaah di masjid di bawah komando satu Imam, semua tunduk patuh kepada Allah, tua muda, rakyat jelata dan kaum terpandang semuanya tunduk menyembah Allah niscaya hubungan antara kita adalah hubungan agama, seperti ucapan Abu Bakar al-Shiddiq – ra :

أَبِي الْإِسْلاَمُ لاَ أبَ لِيْ سِوَاهُ إِذَا افْتَخَرُوْا بِقَيْسٍ أَوْ تَمِيْمِ

“Ayahku adalah Islam, tidak ada ayah bagiku selain Islam, jika mereka berbangga dengan Qais dan Tamim.”[1]

5. persatuan dapat menggagalkan upaya-upaya musuh untuk memecah belah umat Islam. Dengan Islam semua kita menjadi bersaudara. Nabi i menerapkan manhaj ini pertama kali kepada keluarganya yang dekat agar menjadi contoh bagi yang lain. Nabi bersabda::

أَلَا إِنَّ كُلَّ رِبًا مِنْ رِبَا الْجَاهِلِيَّةِ مَوْضُوعٌ، لَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ، لَا تَظْلِمُونَ، وَلَا تُظْلَمُونَ، أَلَا وَإِنَّ كُلَّ دَمٍ مِنْ دَمِ الْجَاهِلِيَّةِ مَوْضُوعٌ، وَأَوَّلُ دَمٍ أَضَعُ مِنْهَا، دَمُ الْحَارِثِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ، كَانَ مُسْتَرْضِعًا فِي بَنِي لَيْثٍ فَقَتَلَتْهُ هُذَيْلٌ

“Ingat, setiap riba dari riba jaman Jahiliyah itu dibatalkan. Kalian berhak mendapatkan modal pokok, jangan berbuat zhalim dan jangan mau dizhalimi. Ingat setiap darah dari darah jaman jahiliyyah dibatalkan, dan darah pertama yang aku batalkan darinya adalah darah al-Harits ibn Abdul Mutthalibb. Dia dulu disusui di bani Laits lalu dibunuh oleh suku Hudzail. (HR. Abu daud)

Lalu riwayat Imam Thahawi menambahkan:

وَإِنَّ رِبَا الْجَاهِلِيَّةِ مَوْضُوعٌ , وَأَوَّلُ رِبًا أَضَعُ رِبَا الْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ, فَإِنَّهُ مَوْضُوعٌ كُلُّهُ

«Sesungguhnya Riba jahiliyyah itu dibatalkan. Dan riba pertama yang aku batalkan adalah Riba al-Abbas ibn Abd al-Mutthalib, sesungguhnya ia dibatalkan semuanya.” (Thahawi dalam Musykil al-Atsar)

Dan Nabi bersabda:

وَايْمُ اللَّهِ لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَ

«Demi Allah, Jika Fatima binti Muhammed mencuri niscaya aku potong tangannya». (HR. Bukhari)

Nabi i ingin menekankan hukum ini, atau Konstitusi ini, atau agama ini yang mencakup semuanya, tidak terkecuali kerabat dekat, atau orang terpandang, atau yang semisal itu.

6. Persatuan melahirkan keberkahan dalam semua hal yang baik, hingga dalam makanan. Beberapa sahabat Nabi – saw – datang dan berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami tetapi tidak merasa kenyang. Nabi bertanya: «Barang kali kalian berpencar-pencar». Mereka berkata: Ya. Beliau bersabda:

«فَاجْتَمِعُوا عَلَى طَعَامِكُمْ، وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ يُبَارَكْ لَكُمْ فِيهِ

«Maka berkumpullah atas makanan kalian, dan sebutlah nama Allah atasnya niscaya Allah memberkati untuk kalian di dalamnya.» (HR. Abu daud)

Demikianlah agama kita mengajarkan peradaban persatuan hingga dalam soal makanan, berbeda dengan kebudayaan Barat yang individual dan nafsi nafsi.

7. Persatuan akan menakutkan musuh dan membuat ciut hati mereka. Seandainya kita bersatu niscaya orang-orang Yahudi tidak akan berani mengambil satu inci dari tanah kaum Muslim, tetapi ketika mereka melihat umat Islam berpecah maka mereka bebas melakukan apa yang mereka lakukan. Jadi persatuan umat Islam adalah sebuah keniscayaan jika ingin menang.

8. Persatuan membangkitkan semangat juang, dan semangat berkompetisi. Persatuan membuang kemalasan dan mengikis kejahatan.

Selain itu Persatuan juga bisa mengobati berbagai macam kasus kejiwaan. Para ahli mengatakan: “Anda harus bergaul dalam masyarakat, dan menyatu, maka itu adalah obat yang efektif untuk menghilangkan kasus kebosanan dan depresi yang mempengaruhi banyak orang di zaman ini.”

9. Persatuan juga dapat mengusir setan dan menyakiti setan, sebab setan mengincar orang yang sendirian dan menjauh dari dua orang. Dalam hadits dinyatakan:

مَا مِنْ ثَلَاثَةٍ فِي قَرْيَةٍ وَلَا بَدْوٍ لَا تُقَامُ فِيهِمُ الصَّلَاةُ إِلَّا قَدِ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ، فَعَلَيْكَ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ الْقَاصِيَةَ

«Tidak ada tiga orang dalam satu desa, juga tidak di pedalaman, yang tidak ditegakkan di dalamnya shalat, melainkan mereka dikuasai setan. Maka kalian harus berjamaah, sesungguhnya serigala itu memakan kambing yang menjauh dari kawanan ». (HR. Abu Daud)

Ini berarti bahwa jika ada kambing sendiri, atau domba sendiri maka serigala akan memangsanya, namun bila berada dalam kawanannya maka melemahlah kemampuan serigala untuk menangkapnya. Begitu pula manusia jika berkumpul bersama saudara-saudaranya maka ini akan melemahkan setan.

Oleh karena itulah Islam sangat memerintahkan untuk bersatu dan melarang untuk berselisih dan berpecah belah. Allah berfirman: QS Ali Imran 103

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعاً وَلا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْداءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْواناً وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

QS al-Anfal 46

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ (46)

Salah satu factor terbesar untuk bersatu adalah bersatu mentaati pemimpin muslim. Nabi i telah memperingatkan dalam hadits berikut ini :

عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «خِيَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ وَيُحِبُّونَكُمْ، وَيُصَلُّونَ عَلَيْكُمْ وَتُصَلُّونَ عَلَيْهِمْ، وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ وَيُبْغِضُونَكُمْ، وَتَلْعَنُونَهُمْ وَيَلْعَنُونَكُمْ» ، قِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَفَلَا نُنَابِذُهُمْ بِالسَّيْفِ؟ فَقَالَ: «لَا، مَا أَقَامُوا فِيكُمُ الصَّلَاةَ، وَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْ وُلَاتِكُمْ شَيْئًا تَكْرَهُونَهُ، فَاكْرَهُوا عَمَلَهُ، وَلَا تَنْزِعُوا يَدًا مِنْ طَاعَةٍ»

Dari i Auf ibn Malik t dari Rasulullah i , beliau bersabda: sebaik-baik pemimpin kalian adalah mereka yang kalian cintai dan merekanpun mencitai kalian. Mereka mendoakan kalian dan kalianpun mendoakan mereka. Sedangkan seburuk-buruk pemimpin kalian ialah mereka yang kalian benci dan merekapun membenci kalian. Kalian mengutuk mereka dan merekapun mengutuk kalian.

Ditanyakan: ya Rasulallah, maka apakah kami boleh melawan mereka dengan senjata? Beliau bersabda: jangan, selagi mereka menegakkan shalat di tengah kalian. Apabila kalian melihat sesuatu yang kalian benci dari para pemimpin kalian maka bencilah perbuatannya dan jangan membatalkan baiat kepadanya.” HR. Muslim.

Maka memberontak pemimpin muslim adalah sebab terbesar bagi perpecahan, dan perpecahab adalah sebab terbesar bagi kehancuran.

Semoga kita disatukan oleh Allah di atas agama-Nya .aamiin.

  1. Disebutkan oleh Syaikh Shalih Fauzan dari ucapan Abu Bakar,
    http://www.alfawzan.af.org.sa/node/13058 . sebagian orang menyebut itu adalah ucapan Nahar ibn Tausi’ah al-Yasykuri yang wafat setelah tahun 80 H.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *