KURANG DARI 4 MENIT ANDA FAHAM KASUS YERUSSALEM PALESTINA

Malang 26 Desember 2017

Palestina adalah negeri para Nabi yang diwariskan kepada Nabi Muhammad saw dalam peristiwa Isra`, dan kunci kota diterima oleh Khalifah Umar ra.

Maka peta Palestina seperti ini:

Dalam perkembangannya Negeri Islam Palestina berubah menjadi seperti ini[1]:

Ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Palestina tadinya berada di bawah kekuasaan Khilafh Usmaniyyah hingga Awal 1900 an.

Palestina adalah negeri yang dihuni macam-macam agama,. Muslim, nashrani dan yahudi hidup di dalamnya secara berdampingan.

Kemudian keadaan mulai berubah bersamaan dengan awal gerakan zionis di eropa, yang menuntut berdirinya negara yaudi yang independen di Plaestina sebagai usulan yang paling ideal.

Gelombang imigran Yahudi pertama datang dari eropa. Bersamaan dengan berakhirnya perang dunia I tahun 1917, Turki Usmani jatuh dan Palestina dijajah oleh Inggris.

Pada 2 Nopember 1917 terbitlah deklarasi Balfour untuk menyatakan berdirinya negara Yahudi di Palestina. Maka jumlah imigran penjajah (Yahudi) semakin bertambah besar.

Hal ini menyebabkan kerenggangan antara Arab dan Yahudi. Situasi berkembang menjadi bentrok fisik yang menyebabkan Inggris hengkang dari Palestina, dan diserahkanlah urusan Palestina kepada PBB (yang terbentuk tahun 1948).

PBB akhirnya membuat kebijakan membagi Palestina menjadi dua bagian. Palestina 43.5 % dan Yahudi 56.5 %. Kota Baitul Maqdis (Jerusalem/Aelia) yang merupakan kota suci umat Islam, yahudi dan nashrani menjadi wilayah Internasional dibawah control PBB.

Yahudi menyetujui pembagian ini dan mereka mendeklarasikan kemerdekaannya sebagai Negara Israel. Negara-negara Arab sekitarnya menolak berdirinya negara penjajah ini. dengan demikian mulailah awal peperangan antara Israel vs Arab (1948-1949)

Israel menang dan menguasai wilayah Palestina yang sudah diputuskan oleh PBB sebagai wilayah Palestina. Maka tanah palestina dibagi menjadi 3 bagian:

– Yordan menguasai tanah tepi Barat dan Timur al-Quds.

– Mesir menguasai Gaza.

– Dan Israel menguasai 78% dari tanah asli Palestina, termasuk diantaranya al-Quds bagian barat.

Dengan demikian 700.000 muslim palestina lari terusir dari rumah mereka. Hari kelam ini disebut dengan yaum al-nakbah.

Pada tahun 1967, mulailah peperangan yang disebut dengan harb naksah 67. Antara penjajah Israel dengan negara-negara Arab di sekitarnya.

Dan akhirnya, tampak peta mulai berubah lagi, Palestina sekarang 95% dikuasai oleh penjajah Yahudi.

Meskipun tidak ada perjanjian perdamaian secara resmi, namun keadaan mulai tenang. Setelah itu Yahudi mulai berbondong-bondong menempati perumahan-perumahan baru di bumi Palestin, di Gaza dan Tepi barat. Maka muslim Palestina memulai perlawanan kembali.

Maka muncullah PLO (Palestinian Liberation Organization/organisasi pembebasan Palestina) yang bertujuan membebaskan Palestina dari penjajahan Israel dengan cara-cara yang mungkin.

Pertempuran berlangsung bertahun-tahun. Yang akhirnya PLO menerima prinsip dibaginya tanah Palestina antara orang Palestina dan Israel, akan tetapi pertikaian tidak berhenti di sini.

Warga Penjajah Israel banyak menempati perumahan-perumahan di wilayah-wilayah Palestina yang terjajah, meskipun mayoritas masyarakat dunia memandang ini illegal.

Maka kemarahan muslim Palestina melahirkan gerakan intifadhah (Uprising). Dengan demikian lahirlah gerakan HAMAS (harakat Muqawamah Islamiyyah), atau gerakan perlawanan Islam. sebuah gerakan politik untuk melakukan perlawanan terhadap penjajah Israel di wilayah Tepi Barat dan Gaza.

Perkembangan berikutnya PLO menandatangi perjanjian dengan Israel dan Amerika. Perjanjian ini disebut dengan perjanjian OSLO yang bertujuan membagi Gaza menjadi 3:

  1. Wilayah yang dikuasai oleh Palestina
  2. Wilayah yang dikendalikan oleh Palestina dan Israel
  3. Wilayah yang dikendalikan Israel

Akan tetapi ini adalah solusi yang menciptakan konflik.

Wilayah c meliputi mayoritas tanah pertanian, air dan tambang di Tepi Barat. Dan umat Islam memiliki akses minim kepada sumber daya ala mini. Maka upaya-upaya perdamaian pun menampakkan kegagalannya.

Penduduk palestina tidak memiliki harapan, maka mereka kembali melakukan intifadhah kedua.

Dan Israel membangun tembok beton yang memisahkan diri mereka dari Palestina. Mereka juga mendirikan pos-pos pemeriksaan untuk mengontrol gerak gerik orang Palestina.

Tahun 2005, Israel menarik diri dari Gaza, akan tetapi tetap melanjutkan perumahan di tepi barat.

Kemudian HAMAS memisahkan diri dari otoritas PLO.

Kini gaza dan tepi Barat berada dalam dua kepemimpinan yang berbeda.

Israel mengepung Gaza dari darat, laut dan udara, agar tidak ada bantuan apapun yang masuk.

Tahun 2017, adalah kondisi babak baru Palestina.

Selasa 6 desember 2017 Donal Trump mengumumkan secara sepihak bahwa Baitul Maqdis adalah ibukota Israel.

SILAHKAN MENYIMAK

 

(Visited 42 times, 1 visits today)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *