IJAZAH RIWAYAT UNTUK PENGUNJUNG WEB INI

Dr. KH. Abu Hamzah Agus Hasan Bashori Ibn Qomari IBN Abdul Ghaniy al-Sanuwi

 

Berkaitan dengan ijazah hadits musalsal bil mahabbah, maka saya ingin memberi ijazah hadits ini kepada seluruh pengunjung website kami.

Untuk menyempurnakan pemahaman terhadap apa yang kita ijazahkan ini, saya terlebih dahuu perlu menjelaskan maksud dari istilah hadits musalsal.

Pengertian Hadits Musalsal

Al-Hafizh Al-Iraqi mengatakan: “Definisi musalsal adalah hadis yang para perawinya dalam sanad berdatangan satu persatu dalam satu bentuk keadaan atau dalam satu sifat, baik sifat para perawi maupun sifat penyandaran (isnâd), baik terjadi pada isnâd dalam bentuk penyampaian periwayatan (adâ’ ar-riwâyah) maupun berkaitan dengan waktu dan tempatnya, baik keadaan para perawi maupun sifat-sifat mereka, dan baik perkataan maupun perbuatan.

Dengan demikian hadis musalsal adalah hadis yang secara berturut-turut sanad-nya sama dalam satu sifat atau dalam satu keadaan dan atau dalam satu bentuk periwayatan.
Hadis musalsal adalah hadis musnad mutthasil yang bebas dari
tadlis (penyamaran). Dalam periwayatannya selalu berulang perkataan-perkataan atau perbuatan-perbuatan yang sama, yang dinukil oleh setiap perawi dari orang di atasnya dalam sanad, hingga berakhir pada Rasulallah SAW .
Ibn Katsir berkata: “Faedah
tasalsul (kesinambungan) adalah menjauhkan suatu hadis dari tadlis dan keterputusan. Meskipun begitu, jarang hadis shahih disampaikan dengan cara musalsal. Kadang-kadang asal matan dalam hadis jenis ini memang shahih, karena terhindar dari tadlis.
Ibnu Hajar berkata “Musalsal termasuk sifat isnad.” Ini berbeda dengan marfu’ dan semisalnya, yang merupakan sifat isnad dan matan sekaligus.

Termasuk hadits Musalsal adalah musalsal bi ahwâl ar-ruwât (musalsal dengan keadaan perawi). Musalsal dengan keadaan perawi ini terkadang dalam perkataan (qawlî), perbuatan (fi’lî), atau keduanya (perkataan dan perbuatan atau qawlî dan fi’lî.
Contoh Musalsal qawlî (perkataan) adalah hadits Muadz yang kita Ijazahkan ini. karena didahului oleh ucapan “Aku mencintaimu” maka disebut musalsal bilmahabbah.

Ijazah hadits musalsal bilmahabbah

Mu’adz Ibn Jabal ra, berkata: Nabi bersabda kepadaku:

يَا مُعَاذُ، وَاللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّكَ، فَقُلْ: دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ :اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Wahai Mu’adz , demi Allah aku mencintaimu. Maka ucapkanlah di belakang setiap shalat: ‘Ya Allah tolonglah aku untuk berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu.”
Syaikh Hamid mendapatkan ini dari Syaikh Abdullah bin Aqil, Syaikh Ibrahim ibn Muhammad Nur ibn Saif ibn Hilal, Syaikh Yunus Al Jounfuri (yang baru Wafat), Abdullah ibn Abdul Qadir al-Talidi al-Thanji al-Hasani, dan gurunya yang lain. Semua Syaikh ini berkata kepada Syaikh Hamid Bukhori: “Aku cinta kepadamu maka katakanlah (di akhir setiap shalat):


اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Maka Syaikh Hamid berkata kepada kami para peserta muktamar:

وَأَنَا أَقُوْلُ لَكُمْ جَمِيْعًا: إِنِّي لَأُحِبُّكُمْ فَقُوْلُوْا دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ: اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Maka aku katakan kepada kalian “aku cinta kepada kalian maka katakanlah: Ya Allah tolonglah aku untuk berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu dan beribadah dengan baik kepada-Mu.”

Maka Saya (Abu Hamzah) berkata kepada para pengunjung www.agushasanbashori.com sekalian: “Aku mencintai kalian, maka ucapkanlah di akhir setiap shalat:

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Para perawi kita sampai Rasulullah -Shalallahu alaihi wa salam-

Selain Syaikh Hamid Akram al-Bukhari, Syaikh Prof. Dr. Waleed Edreess Almneysiy Rektor Universitas Islam Minnesota South Bloomington USA, juga memberi riwayat hadits musalsal bil mahabbah ini. maka saya katakan:

Kami diberitahu oleh Abu Kholid Waleed ibn Edrees -secara tulisan-, dia berkata: Saya diberitahu oleh Syaikh Abdullah ibn Shalih al-Ubaid al-Tamimi (juga guru Syaikh Hamid al-Bukhari), dia berkata: saya diberitahu oleh Abdul Qadir Karamatullah al-Bukhari dan Abdul Fattah Rawah, keduanya dari Umar Hamdan al-Mahrasi.

Beralih jalur, Abu Khaolid Waleed Edrees berkata: Saya diberitahu oleh al-Ubaid juga dari Syaikh Abdullah ibn ‘Aqil (Juga guru Syaikh Hamid al-Bukhari), dari Abdullah al-Qar’awi dari Umar Hamdan al-Mahrasi, dia berkata: Saya diberitahu oleh Ali ibn Zhahir al-Watri, dia berkata: Kami diberitahu oleh Abdul Ghani al Dahlawi, dia berkata: Saya diberi tahu oleh Abid al-Sindi, dia berkata: Kami diberitahu oleh Ahmad ibn Sulaiman al-Hajjam dari Abdul Khaliq ibn Abi Bakar al-Mizjaji dari Yahya ibn Maqbul al-Ahdal, dia berkata: Abdullah ibn Salim al-Bashri berkata kepada saya: Kami diberi tahu oleh Muhammad ibn ‘Ala`uddin al-Babili, dia berkata: kami diberitahu oleh Salim ibn Muhammad al-Sanhuri, dia berkata: Muhammad ibn Abdurrahman al-Alqami berkata kepada saya: Kami diberitahu oleh al-Hafizh Jalaluddin al-Suyuthi, dia berkata: Kami diberitahu oleh abu al-Thib Ahmad ibn Muhammad al-Hijazi secara mendengar langsung, dia berkata: Kami diberitahu oleh Qadhi al-Qudhah Majduddin Ismail ibn Ibrahim al-Hanafi, dia berkata: Kami diberitahu al-Hafizh Abu Said al-‘Alai, dia berkata: Kami diberitahu Ahmad ibn Muhammad al-Armawi, dia berkata: Kami diberitahuAbdurrahman ibn Makki, dia berkata: Kami diberitahu oleh al-Hafizh Abu Thahir al-Silafi, dia berkata: Kami diberitahu Muhammad ibn Abdul Karim, dia berkata: Kami diberitahu Abu Ali Isa ibn Syadzan al-Bashri, dia berkata: Kami diberitahu oleh Ahmad ibn Sulaiman al-Najjad, dia berkata: Kami diberitahu Abu Bakar ibn Abi al-Dunya, dia berkata: Kami diberitahu Hasan ibn Abdul Aziz al-Jarwi, dia berkata: Kami diberitahu Amr ibn Muslim al-Tunisi, dia berkata: Kami diberitahu Hakam ibn Abdah, dia berkata: Kami diberitahu Haywah ibn Syuraih, dia berkata: Saya diberitahu Uqbah ibn Muslim dari Abu Abdirrahman al-Habli dari Shunabihiy dari Muadz ibn Jabal t , dia berkata: Rasulullah i berkata kepada saya:

Wahai Muadz, aku mencintaimu, maka ucapkan:

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

(HR. Ahmad, Abu Daud, Nasai, dan Hakim. Baihaqi mengeluarkan dalam Syuabul Iman, al-Syakhawi berkata: Shahih matannya dan sanadnya. Suyuthi berkata: Shahih sanad dan tasalsul (berabtai).”

Muadz ibn Jabal berkata kepada Shunabihiy:

وَأَنَا أُحِبُّكَ فَقُلْ اَللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشثكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Aku mencintaimu, maka katakan doa: Ya Allah tolonglah aku untuk berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu dan beribadah dengan baik kepada-Mu.”

Ini juga diucapkan oleh Shunabihiy kepada orang sesudahnya, begitu seterusnya setiap rawi mengatakannya kepada orang dibawahnya, dan para ulama seperti Syaikh Abdul Qadir Karamatullah dan Abdul Fattah Rawah dan Abdul Aziz ibn Aqil berkata kepada guru Syaikh Waleed yaitu Syaikh al-Ubaid, dan Syaikh Ubaid mengatakannya keapa Syaikh Waleed, maka sayapun mengatakannya kepada para pengunjung web ini:

والله إني أُحِبُّكَم فَقُوْلُوْا اَللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشثكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ“.

والحمد لله رب العالمين .

2 thoughts on “IJAZAH RIWAYAT UNTUK PENGUNJUNG WEB INI”

  1. assalamu’alaikum ustadz, saya baru buka website ini dan membaca tentang hadits Musalsal ini, apakah saya termasuk mendapat ijazah sanad hadits ini juga? apakah hanya dengan ijazah di website ini sudah sah periwayatannya? apakah tidak harus mendengar suara haditsnya?

    Waalaikumussalam Warahmatullah wabarokatuh.
    Ya, pembaca di website sdh dapat ijazah
    Akan bagus kalau melakukan komunikasi seperti antum ini.
    Untuk mendengar bukan syarat, tetapi kesempurnaan agar menjadi masmu’at.

    Mungkin kalau sempat akan kami berikan rekaman suara di web biar bagus lagi

  2. Walhamdulillah..semoga lain waktu, ana bisa mendapat Sanad kitab2 para ulama dari ustadz..

    Dari Abu Luqman Andik, Madiun.

    Apakah ustadz juga mengadakan majelis sama’ pengambilan sanad kitab ulama salaf ?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *