BAGAIMANA AUNG SAN SUU KYI SETELAH NEGARANYA MEMBAKAR LEBIH DARI 170 DESA MUSLIM?

Shalah Abdusysyakur aktivis Rohingya menulis dalam twiternya: “Setelah pemerintah Myanmar dan militernya membunuh lebih dari 3000 muslim Rohingya (dalam tragedy genosida terakhir 25 Agustus- September 2017), dan mengusir lebih dari 400.000 manusia, dan membakar lebih dari 170 desa, Aung San Suu Kyi merasa deg-degan.”

Penulis buku Layali al-Syatat itu melanjutkan bahwa Peraih hadiah nobel perdamaian yang sikapnya justru ikut dalam pembersihan etnis Rohingya itu mengatakan bahwa negaranya “tidak takut dengan pengawasan internasional”. Lalu Mengapa Pemerintah Myanmar menolak untuk menerima Komisi Penyelidikan PBB?!

Disini umat Islam wajib pandai dan menyadari bahwa banyak sekali kemunafiqan dalam dunia, dan banyak pemutar balikan fakta, dan banyak kebohongan dan persekongkolan untuk kepentingan dunia.

Maka mari kita tetap menyuarakan kebenaran dan membela bangsa Rohingya yang lemah, tak berdaya, dan paling teraniaya.

(Visited 2 times, 1 visits today)

Leave a Comment

Your email address will not be published.