Nikmat S3 Dan Doa Dari Para Ulama

Saya bersyukur kepada Allah bisa menyelesaikan S3 dengan cepat, menjadi Doktor By Reseach pertama dari UIKA pada tanggal 27 Oktober 2016, dan diwisuda resmi pada 23 Nopember 2016, dengan nilai Cumlaude.

Yang tidak kalah penting dari itu adalah nikmat dukungan, apresiasi dan doa dari para keluarga, jamaah, para sahabat, para ustadz dan Kyai khususnya, Prof. Dr. Kasui Syaiban, Prof Dr. Ibrahim Bafadhal, Ketua MUI Kota Malang, Ketua MUI Jawa timur, Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan (Kumdang) MUI Pusat Prof. Dr. H. Muhammad Baharun, SH, MA, teman-teman di ICMI, dan para Ustadz yang tergabung dalam PULDAPII, MIUMI, Rabithah Ulama dan Da’I se-ASEAN. Bahkan para tokoh dan Masyayikh dari Kuwait, Qatar, Saudi Arabiya, Bahrain, Mesir, Libiya, Maroko, Yordania, Irak, Tunisia, Belanda, Thajikistan, Pantai Gading, India, Srilangka, Komoro, Afrika Selatan, Mauritius, China, bahkan dari Rohingya.

Saya merasa bahwa kebahagaiaan saya adalah kebahagiaan mereka juga, sebab mereka mendukung penelitian saya dan berharap setelah kelulusan ini, dakwah saya lebih bernilai dan maju.Continue reading

Konferensi "Bagaimana Cara Mengalahkan Islam?"

Orang-orang kafir di Amerika mengadakan satu konferensi yang terbilang unik dan aneh didengar oleh telinga yaitu konferensi yang bertajuk “Bagaimana Cara mengalahkan Islam”. Fakta seperti ini sebenarnya sudah diperingatkan oleh Allah dan Rasul-Nya Muhammad i, namun karena propaganda-proganda menyesatkan sehingga mayoritas umat Islam tidak menyadari hal seperti ini.

Video dari konferensi ini baru diunggah di Youtube pada tanggal 26 Nop 2016. Konferensi ini dihadiri oleh para calon pemimpin, para perwira intelijen Yahudi dan Nashrani dan para tokoh politik Eropa. Diantara rencana mereka adalah memasang atau menempatkan orang-orang dan syekh-syekh atau kyai-kyai dan mendukung mereka, termasuk mendanai dan menfasilitasi mereka untuk mengubah tafsir al-Qur`an dan hadits-hadits, dengan target menghentikan otoritas ulama.

Konferensi ini berlangsung selama 6 jam, dan di dalamnya ada banyak rencana dan sulit diterjemahkan keseluruhannya oleh seorang diri. Oleh karena itu cukuplah kita menerjemahkan kutipan yang penting saja, sampai ada yang dapat menerjemahkan semuanya.Continue reading

Agus Hasan Bashori Ibn Qomari Abdul Ghani al-Sanuwi

REVITALIZING THE CONCEPT OF SCIENCE IN ISLAMIC EDUCATION WITHIN THE GLOBALIZATION ERA

Agus Hasan Bashori

ABSTRACT

Globalization has brought negative impacts toward Islamic education. Some of the impacts include the fading of Islamic identity or character due to the unstoppable information flow, the widespread western culture to scrape Islamic culture, individualism that breaking down ukhuwah, consumerism which has killed creativity owned by young generation and secularism as well as liberalism which has shaken the foundation of faith (iman). Therefore, in order to strengthen the resistance and competitiveness of Islamic education, the writer has seen the need to revitalize the concept of Islamic science within the Islamic education. Thus the research questions selected were how is the concept of science in Islam? Why does the concept of science in Islam must be revitalized? This article is aimed to describe the concept of Islamic science and the revitalization within Islamic education. This research used descriptive qualitative method conducted through literature review and document analysis. As a result, the writer has found the evidence of brittleness of Islamic science concept in Curriculum 2013. This research will describe Islamic Science concept in 6 variables: the definition of science, source of science, purpose of science, different types of science, level of science and the concept of sanad of science. This concept of science needs to be revitalized to boost the resistance and competitiveness of Islamic education institution within this globalization era.

 

BACKGROUND

Globalization has created shifting and changes in every fields in this world, including the education field, both in positive and negative ways. Research findings by Ezad Azraai Jasmari has shown three major positive impacts which are: the transformation of curriculum, teaching style and method, as well as the usage of digital practice in Islamic Education. Meanwhile, some of the negative impact is the fading of Islamic identity or character, due to the unstoppable information flow, the widespreading western culture that the widespreading western culture to scrape Islamic culture, individualism that breaking down ukhuwah, consumerism which has killed creativity owned by young generation and secularism as well as liberalism which has shaken the foundation of faith (iman).  Continue reading

arti kehidupan

Arti Kehidupan

Dalam mengarungi dan menggeluti kehidupan sejak kecil hingga menjelang kepala lima ini sudah banyak pelajaran dan hikmah yang saya dapatkan. Diantaranya makna dan arti dari kehidupan berikut lawannya.
Berdasarkan ilmu dan pengalaman maka saya bisa mengatakan bahwa “Hidup adalah pengabdian, perjuangan dan pembelajaran dalam kebersamaan di waktu yang terbatas menuju ridha Allah Ι.”

اَلْحَيَاةُ هِيَ الْعُبُوْدِيَّةُ وَالْخِدْمَةُ وَالْكِفَاحُ وَالتَّعَلُّمُ مَعَ مُحِيْطِهِ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى اِبْتِغَاءَ مَرْضَاةِ اللهِ

Syarah:
Hidup adalah pengabdian:
Mengabdi kepada Allah (ubudiyyah lillah) dan berkhidmat (melayani) hamba-hamba Allah.
Oleh karena itu manusia yang terbaik kehidupannya adalah yang paling bertakwa kepada Allah dan paling banyak memberi manfaat kepada hamba Allah.
Maka orang yang tidak mengabdi kepada Allahg adalah orang mati, dan orang yang tidak melayani hamba-hamba Allah juga orang mati, walaupun dia masih berjalan, makan dan minum.
Sedangkan orang yang sudah mengabdi kepada Allah dan melayani hamba Allah namun dalam bentuk yang masih minim dan kurang maka ini adalah kondisi lemah dan sakit, perlu diobati dan disehatkan.Continue reading