Angkatan bersenjata myanmar mengerahkan “empat strategi pemotongan” melawan warga sipil rohingya.

Strategi bumi hangus ini didalangi oleh Diktator Ne Win pada tahun 1963, yang terinspirasi oleh “Tiga Taktik Jepang”: bunuh semua, bakar semua, jarah semua!.

Taktik ini disebut “menyapu daerah penduduk yang dicurigai dan membakar desa mereka”. Taktik ini dimaksudkan untuk memotong pemberontakan etnis: makanan, dana, intelijen, dan rekrutmen.

Taktik ini sering disebut sebagai kebijakan “Tanah tak bertuan ” pada tahun 1990an Sekarang ini langsung diperintahkan oleh kantor SR Jenderal Min Aung Hlaing (Panglima Angkatan Pertahanan Myanmar, yang bertugas sejak 1974 sampai sekarang). Kantor komando perang memerintahkan untuk “mengeksekusi siapapun termasuk anak-anak, wanita, dan manula”.Continue reading

 

Nasib akhir anak-anak Rohingya. Mereka adalah “teroris” yang harus dihabisi?!

Dr. Anita Schug

Anda pasti bertanya-tanya: mengapa orang Rohingya dibunuh, diburu dan dibantai dengan kejam? Apa dosa mereka? Apa dosa anak-anak kecil mereka juga ikut dibantai dan dibunuh secara missal?

Anda mungkin mendengar macam-amacam alasan dan analisa dari orang-orang yang membela pemerintah Myanmar, militer dan ekstrimis budha, misalnya karena Rohingya adalah imigran gelap, teroris, radikal, menyerang polisi Myanmar dll. Tapi Anda dalam 1,5 menit melalui video ini anda akan mendapatkan jawaban yang jujur dan benar.Continue reading

Diterjemah gensyiah.net

Kekuatan yang tidak proporsional digunakan oleh pemerintah Myanmar untuk melawan warga sipil Rohingya di Maungdaw, Buthidaung, dan Rathedaung, menyusul bentrokan antara polisi Myanmar dan Gerilyawan (pejuang) Rohingga tanggal 25 Agustus 2017.

sebuah kampanye kekejaman yang bisa menyebabkan kejahatan terhadap kemanusiaan sedang berlangsung. seperti disaksikan selama operasi pembersihan etnis Rohingya di bulan Oktober 2016.

wilayah ini sekarang mencekam karena kawasan itu terkunci, lengkap dengan pemberlakuan jam malam, dan perbatasan pun tetap ditutup.

Operasi militer Myanmar membuat situasi semakin mencekam dan memprihatinkan

Pesawat tempur melawan warga sipil yang lemah tak berdaya?

laporan tentang kejahatan terhadap kemanusiaan muncul saat situasi meningkat

170 Rohingya yang kebanyakan sipil, terbunuh di hari pertama.

Kabarnya dihujani peluru dari helicopter dan peluncur peluncur roket. Juga menghanguskan ratusan rumah minimal di 25 desa Rohingya.

Beberapa warga Rohingya terluka parah akibat tembakan yang membabi buta.

Ratusan warga sipil ditangkap dengan semena-mena.

Ribuan warga sipil rohingya saat ini mengungsi tanpa rumah.

sementara yang lainnya bergerak untuk menyeberangi perbatasan untuk mencari perlindungan dari kekejaman tersebut

Penduduk desa-desa budha terlihat bebas membawa senjata-senjata dan berlindung dengan Wihara.

Kofi Annan Komisi penasehat atas propinsi Rakhine (Arakan) mengeluarkan laporannya, dengan merekomendasikan:

  • Kewarganegaraan Rohingya

  • Kebebasan/kemerdekaan untuk bergerak

  • Kebebasan untuk belajar

  • Kebebasan untuk jaminan kesehatan

  • Dibukanya akses ke pengadilan dan media

  • Harus dihindarkan kekuatan yang berlebihan

Juga datang setelah pertemuan antara komandan Myanmar dan partai nasionalis Arakan. Untuk membentuk milisi melawan Rohingya, dan membangun militer.

Masyarakat internasional harus segera bertindak untuk menghindarkan korban sipil dan krisis kemanusiaan.

Sumber : http://www.gensyiah.net/video-kondisi-rohingya-yang-menggelisahkan/

 

Dr. KH. Agus Hasan Bashori Lc. M.Ag

(Penulis 2 Buku tentang Rohingya, dan Relawan Yang Pernah Masuk wilayah Arakan di awal 2017)

Genosida terhadap Rohingya dan kurangnya respon dunia

Pembantaian terhadap bangsa muslim Rohingya di Maungdaw Arakan (Rakhine) kembali dilakukan oleh militer Myanmar dan umat Budha di Maungdaw pada hari Kamis 24 Agustus 2017 lalu, dan dunia kembali menontonnya setelah genosida episode Nopember 2016 lalu.

Bangsa Rohingya yang merupakan etnis pribumi negeri Arakan (yang kemudian diubah oleh pemerintah Myanmar menjadi Rakhine) mengalami penindasan dan penjajahan sejak tahun 1784 M. Mereka mengalami pembantaian berpuluh-puluh kali banyaknya, tanpa ada yang bisa mengentikannya sampai hari ini.

Menurut keadilan, kearifan dan prinsip kemanusiaan dunia seharusnya sudah ada pasukan perdamaian PBB yang dikirim ke sana untuk mencegah tindak kebiadaban ini berulang kesekian kali. Pemerintah Aung San Suu Kyi peraih hadiah Nobel Perdamaian ternyata tunduk atau takut kepada militer Myanmar, tidak mampu untuk menciptakan perdamaian dan melindungi etnis yang paling tertindas di dunia itu. Bahkan Aung San Suu Kyi sendiri telah ikut andil terhadap penindasan itu, saat dia memperingatkan PBB agar tidak menggunakan istilah Rohingya untuk menyebut etnis pribumi yang 100% muslim tersebut.

Banyak pihak yang sudah memperingatkan akan terjadinya pembersihan etnis Rohingya ini sejak kerusuhan tahun 2012, dimana pasukan Myanmar yang didukung pemerintah sejak pertengahan 2011 hingga hari ini “tanpa henti dengan darah dingin” melakukan operasi pembersihan etnis terhadap muslim Rohingya, dan organisasi dunia “tidak melakukan penghentian” hingga hari ini.Continue reading

Dr. KH. Agus Hasan Bashori, Lc., M.Ag

اللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا. اللهُ أَكْبَرُ، أللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، أللهَ أكْبَرُ وَلِلَّهِ اْلحَمْدُ. لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، الوَلِيُّ اْلحَمِيْدُ، لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ، وَيَحْكُمُ مَا يُرِيْدُ.

اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيمِ سُلْطَانِكَ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ، النبيُّ الأُمِّيُّ، نبيُّ الرَّحمةِ، وهو السِّرَاجُ المنيرُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى عَبْدِكَ، وَرَسُوْلِكَ، وَخَلِيْلِكَ، مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ وهو أَحمدُ الحامِدينَ، مَا ذَكَرَهُ الذَّاكِرُوْنَ وَالْأَبْرَارُ، وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِكَ الْغَافِلُوْنَ، وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

أمَّا بَعْدُ:

فيا أيها المسلمون: أوصيكم بتقوى الله جل وعلا، فهي وصية الله للأولين والآخرين: ((وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا اللَّهَ وَإِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ لِلَّهِ ما فِي السَّماواتِ وَما فِي الْأَرْضِ وَكانَ اللَّهُ غَنِيًّا حَمِيداً (النساء: 131)

Allahu akbar 3x, ma’asyiral muslimin rahimakumullah.

Hari ini kita merayakan hari raya terbesar dalam Islam, Hari Raya Idul Qurban, hari dimana kita berkorban, menyembelih hewan kurban untuk membuktikan kecintaan kita kepada Allah, melebihi harta dan anak kita, mengikuti Nabi Ibrahim al-Khalil yang siap mengorbankannya putranya Ismail al-Halim untuk membuktikan kecintaann-Nya hanya kepada Allah semata. Maka hari raya Idul Adhha adalah hari al-wala` wal bara`; hari loyal kepada Allah dan berlepas diri dari para thaghut, yaitu makhluk yang dipertuhankan selain Allah. Continue reading