F:\cina\the re education camp.jpg

21-12-2018

Kita Bangsa Indonesia belum banyak tahu tentang apa yang terjadi di Xinjiyang, maka dalam rangka memahami situasi yang terjadi kita terus akan menyuguhkan fakta atau kesaksian yang dapat memahamkan kita tentang tragedi kemanusian yang dilakukan oleh China terhadap etnis Muslim Uighur di Turkistan Timur.

Apakah benar muslim Uighur bangsa yang radikalis sehingga China menindas mereka ataukah china menindas mereka lalu berdalih bahwa mereka teroris, sebagaimana dalih pemerintah Myanmar saat membasmi muslim Rohingya? Silahkan ikuti wawancara berikut:

F:\cina\xinjiang-map-1200x961.png

Uighur hidup dalam tekanan, penindasan oleh pemerintah china, lalu mereka dituduh teroris.Continue reading

F:\cina\GN38463-Artboard_1.png

20 Desember 2018

F:\cina\asia-physical-map-isolated-white-vector-illustration-88078107.jpg

Sekarang umat Islam di seluruh dunia termasuk di Indonesia banyak membicarakan muslim Uighur, dan penderitaan yang mereka alami. Jumlah muslim Uighur antara 12-15 juta. Di di kamp antara 1-3 juta. Wallahu a’lam. Akan kita detilkan lagi nanti.

Begitu hebatnya penindasan pemerintah Turkistan China terhadap etnis muslim Uighur hingga pernyataan protes dan kutukan atas kekejaman pemerintah dilayangkan oleh banyak pihak.Continue reading

Laporan 9 MISI KEMANUSIAAN KE ARAKAN (Rakhine State) BURMA

Bagaimanakah Kondisi Paungdok?

Jumat, 4 Jumada Tsaniyah 1438 H/ 3 Maret 2017. Begitu tiba, kami sangat penasaran, sebab desa ini sangat jauh dari Sittwe. Kami berusaha untuk masuk desa dengan mobil, namun karena buruknya kondisi jalan dan miskinnya desa itu hingga mobil pun tidak bisa masuk. Perasaan kami sudah tidak karuan. Perasaan iba, kasihan, prihatin campur aduk jadi satu. Di situ tidak ada yang bisa bahasa Arab. Ada yang bisa bahasa Inggris karena dia guru bahasa Inggris di sekolah maka melalui dia kita bisa menggali informasi tentang desa Paungdok.

Foto anak Rohingya di Paungdok Agustus 2012.1

Sementara di bawah ini adalah satu “Flash Pesan anti Rohingya” menjelang pemutaran film di Mrauk-U Agus 2012.

Sebagai peneliti, saya sangat penasaran, dan ingin tahu masjid yang ada di dalamnya. Desa Paungdouk dihuni oleh 5 ribu penduduk muslim Rohingya, dengang 5 masjid.

Menurut satu sumber berita disebutkan bahwa ada satu masjid yang berumur 500 sampai 800 tahun: “The mosque of Paungdok, a Rohingya village with about 500 houses and 5,000 people. This mosque is said to be from 500 to 800 years old.” (Masjid Paungdok, sebuah desa Rohingya dengan sekitar 500 rumah dan 5.000 orang. Masjid ini dikatakan berusia 500 sampai 800 tahun.”2 Kami belum tahu masjid mana yang dimaksud sebab yang berhasil kami kunjungi baru 2 masjid, namun kata penduduk itulah masjid yang paling tua yang. Seingat saya -sekarang (26/12/2017)- tertulis di sana tahun 1200-an Hijriyah yang berarti baru berumur 200-an tahun. Wallahu a’lam.Continue reading

Sebuah team (independen) rukyatul fajr Jakarta Islamic Center (JIC) di Koja, Jakarta berusaha melakukan verifikasi atas hasil riset ISRN (Islamic Science Research Network) UHAMKA dengan cara memotret fajar di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu pada 23 Agustus 2017 lalu.

Hasil analisisnya, kami presentasikan pada video berjudul: “Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (3)”. Silahkan ikuti melalui link:
https://www.youtube.com/watch?v=LHmJ2DYLBg8&t=7s

1) Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (1)
2) Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (2)3) Analisis Iedul Adha (1)
4) Analisis Iedul Adha (2)
5) Analisis Iedul Adha (3)
6) Analisis data subuh Labuanbajo (1)
7) Analisis data subuh Labuanbajo (2)
8) Kalender Islam Global, imkan-rukyat lokal vs imkan-rukyat global
9) Awal subuh & isya: tinjauan berbagai teknologi dan proses
10) Kesalahan mendasar cara menganalisis data subuh Labuanbajo (1)
11) Kesalahan mendasar cara menganalisis data subuh Labuanbajo (2)

12) Korelasi antara polusi dan kehadiran fajar
13) Jadwal sholat beberapa kota tahun 2018 dengan sun depression angle baru

Sumber : https://www.saksono.org/2018/11/mengapa-subuh-di-indonesia-terlalu-awal.html?m=0

SARASEHAN nasional bertajuk: mengembalikan kejayaan peradaban Islam.

1. Key note speaker Prof. Dr. Dato’ Torla Bon Hassan P.S.K., D.S.A.P Senior Academic Fellow dari International Institut of ISLAMIC Thought (IIIT) menyampaikan makalah berjudul : Industri 4.0 and integraty of ISLAMIC velues. Beliau menyimpulkan bahwa dunia modern yang sekularis akan berakibat fatal dan merusak. Secanggih apapun teknologi menciptakan alat, alat itu tidak bisa menilai perbuatan manusia baik atau buruk..
Oleh karena itu tidak ada cara lain kecuali mengintegrasikan antara teknologi dengan ajaran Islam.
Muslim berakhlak saja tidak cukup
untuk benar benar berakhlak. Berakhlak dengan Tuhan harus dengan air yang betul dan kuat. Maka muslim harus yakin dengan Qur’an dan harus cakap dengan bahasa sains dan teknologi.
Integrasi ilmu Wahyu dan teknologi adalah solusi.

2. Prof. Iwan Triyuwono SE, Al.MEc, PhD. Dalam makalahnya tentang akuntansi syariah menyimpulkan:
a. Akuntansi modern blm mencatat dengan benar, Karena filosofinya hanya peduli pada aspek materi. Diluar materi seperti kepuasan, bahagia dan syukur diabaikan.
b. Akuntansi modern Mengandung racun pikiran MESA:
Matrealistik
Egoistik
Sekularistik
Atheistik
c. Rasa senang dan syukur tidak mereka catat karena tidak bisa diukur. Karena tidak bisa diukur maka dianggap tidak ada.
d. Sekuler adalah Memisahkan antara hal hal yang seharusnya menyatu. Ini diambil dari asma Allah
المحيط
e. Konsep ekonomi sekularisme memposisikan Manusia sebagai binatang ekonomi.
f. Maka tidak ada solusi kecuali kembali kepada Syariah, dimana manusia sebagai Khalifah.

3. Saya (Agus Hasan Bashori) dalam makalah berjudul “Revitalisasi Konsep Ilmu Islam dalam Pendidikan dan Kehidupan” menyampaikan:Continue reading