KASYGAR, JANTUNG PERADABAN ISLAM DI TURKISTAN

F:\MAJALAH AL-UMM\VI\7\181926-7 masjid id gha.jpg

Kashgar adalah salah satu kota paling terkenal dan paling penting di Turkistan Timur. Ia telah menjadi ibukota Turkistan dalam beberapa periode sejarah dan memiliki tempat yang hebat dalam perdagangan dengan Rusia di satu sisi dan Cina di sisi lain serta dengan Negara-negara di balik Sungai Amudayra. Dia menghubungkan Tiongkok dengan negara-negara Eropa. , dan dapat melakukan perjalanan ke sana dari kota Samarkand dan kawasan al-Shaghad.

Kota Kashgar terletak di Turkistan Timur dan berbatasan dengan:

Selatan: Pakistan, India (Kashmir), dan Tibet

Barat Daya dan Barat: Afghanistan dan Turkistan Barat (Kirgistan – Uzbekistan – Turkmenistan – Kazakhstan)

Utara: Siberia

timur dan tenggara: Cina dan Mongolia.

F:\MAJALAH AL-UMM\VI\7\trkstn.jpg

Islam mulai memasuki Turkistan Timur pada masa pemerintahan Abdul Malik bin Marwan pada tahun 86 H (705 M), tetapi Turkistan baru menjadi pemerintah Islam dan bangsa muslim yang independen pada tahun 353 H – 964 M.

F:\cina\PETA ISLAM TURKISTAN.png

Panglima Qutaybah bin Muslim al- Bahili penakluk Cina (49-96 H/ 669-715 M) datang dari Ferghana, mengambil rute perdagangan yang menghubungkan kota Ferghana ke kota Kashgar, melewati selatan danau, (saat ini adalah Gaterkul, Soviet), di perbatasan China-Soviet, menerabas Kiturk di Turkistan Timur. Dia mengirim satu tim kecil sebelum pasukannya ke Kashgar. Tim itu berhasil mencapai tujuannya, setelah menghilangkan sedikit hambatan yang ditemui di jalannya, dan berhasil mendapatkan ghanimah dan tawanan..

Qutaibah terus maju hingga mendekati perbatasan China Kuno lalu membebaskan Kashghar dan Jonggaria di perbatasan Mongolia, dan Tarfan dekat perbatasan Mongolia, dan Khutan di utara Tibet dan Kashmir, dan Qano, yang terletak di pusat China saat ini. Namun, sumber-sumber Arab yang mencaji acuan membatasi pembukaan Kashghar saja di tahun itu, dan tidak memberikan rincian tentang pembebasan kota-kota Cina lainnya.

Sejarawan Arab mencatat bahwa Kashgar adalah kota terdekat Cina, tetapi para ahli geografi Arab menyebut kashgar adalah kota Turkistan. Sejarawan Arab tidak salah karena perbatasan Cina itu memanjang di sebelah barat dan batas-batasnya meliputi Turkestan Timur, dan batas-batas itu surut kearah timur sehingga Turkistan Timur merdeka kembali ke batas-batasnya yang normal, atau memanjang batas-batas Turkistan Timur kea rah timur pada saat kuatnya raja-raja Turkistan dan lemahnya raja-raja China.

Para ahli geografi Arab juga tidak salah ketika menyebutkan bahwa kota Kashgar adalah salah satu kota di Turkistan Timur. Memang sebenarnya ia adalah sebuah negara tersendiri, tetapi kadang-kadang masuk ke dalam perbatasan Cina dan kadang-kadang berada di luar perbatasannya di waktu lain.

Turkistan Timur diserbu dan diduduki oleh pasukan Komunis Tiongkok pada tahun 1949 M dan orang Cina kemudian menyebutnya dengan nama Xinjiang, yang dalam bahasa Cina berarti koloni baru, lalu penamaan ini kemudian diikuti oleh orang Eropa dan beberapa sumber Arab modern, tetapi orang Turkistan Timur yang muslim itu suka menyebut negara mereka dengan nama lamanya yaitu Turkistan Timur , dan tidak suka menyebutnya nama Cina yang baru.

F:\MAJALAH AL-UMM\VI\7\china_dis_v0.2.png

Kata Turkistan dalam sumber-sumber Islam kuno seperti Mu’jam al-Buldan karya Yaqut al Hamawi menunjuk kepada semua tanah dan wilayah yang dihuni oleh orang-orang Turki pada Abad Pertengahan. Orang-orang ini tersebar di wilayah yang luas dari perbatasan barat Tiongkok hingga perbatasan timur benua Eropa.

Di era modern, setelah wilayah besar itu jatuh di tangan Cina dan Rusia, maka menjadi lazim untuk menyebut daerah yang tunduk pada kedaulatan Soviet sebagai Turkestan Barat, yang ia merupakan wilayah Asia Tengah yang di dalamnya terdapat lima republik Islam independen. Sedangkan daerah yang berdekatan dengan Cina, yang sekarang menjadi bagian darinya dikenal sebagai Turkistan Timur.

Turkistan Timur memiliki luas lebih dari 1,6 juta kilometer persegi, hampir seukuran Iran. Wilayah ini memiliki potensi ekonomi yang besar. Ahmad Rahmati dalam kitabnya al-Tahjir al-Shini Fi Turkistan al-Syarqiyyah mengatakan: “Wilayah ini memiliki sumber daya alam yang besar, kaya akan mineral, batu bara, besi, krom dan tembaga. Ia juga memiliki cadangan minyak yang besar, dan ada banyak tambang emas dan uranium di wilayahnya.

Turkistan dihuni oleh banyak orang dari asal etnis yang berbeda-beda, meskipun Uighur telah menjadi yang paling banyak dan berpengaruh di wilayah ini selama berabad-abad.

Orang-orang Uygur adalah salah satu bangsa Turki di kawasan itu, demikian pula orang-orang Kazak, Kirgistan, Uzbekistan, dan Tajik. Asal-usul semua orang ini berasal dari satu sumber, demikian menurut orientalis Jerman Karl Brueckelmann dalam bukunya yang terkenal The History of Muslim Peoples (Tarikh al-Syu’ub al-Islamiyyah).

.

Ibn Jarir al-Tabari menyebutkan dalam bukunya Tarikh al-Rusul wa al-Muluk (The History of the Apostles and Kings) bahwa Islam tiba di wilayah itu pada 96 H / 715 M, pada masa pemerintahan khalifah Umayyah al-Walid bin Abdul-Malik.

Setelah Qutaybah bin Muslim al-Bahli mampu mengakhiri penaklukan Asia Tengah, ia beralih ke Cina dan mampu membangun basis baru untuk Islam di wilayah Turkistan Timur.

Sejak itu, wilayah tersebut tetap berada di bawah pengaruh kerajaan-kerajaan Islam, sebab beberapa keluarga Turki yang memeluk Islam telah mampu membangun negara-negara berturut-turut untuk waktu yang lama. Turkistan Timur juga dikenal karena kepentingannya dan kedudukannya yang tinggi di antara negara-negara Islam, sampai Yaqoot al-Hamawi menggambarkannya sebagai:

“خصب يزيد عن الوصف ويتعاظم أن يكون في جميع بلاد الإسلام وغيرها مثله”.

“Subur, tidak mampu diuraiakan dengan kata-kata, dan sulit dicari bandingannya di semua negara Islam dan lainnya.”

Kota Kashgar adalah salah satu kota paling penting di Turkistan Timur melalui sejarahnya yang panjang, sampai dikatakan oleh Abu al-Fida al-Hamawi dalam bukunya “Taqwim al-Buldan” sebagai “Qaidah (basis) Turkistan.”

Juga, banyak tokoh besar muncul di daerah ini, mungkin yang paling penting dan paling terkenal di antara semuanya adalah Ahmed ibn Tulun, yang mendirikan negara Tulunian di Mesir pada 254 H / 868 Masehi.

Di kota Kashgar ini berdiri masjid megah yang dibangun tahun 1442 M. Masjid ini bernama masjid Id Kah (عيد غا), kata yang dirangkai dari bahasa Arab dan Persia yang artinya “Tempat pertemuan hari raya”. Masjid ini digelari dengan “Makkah al-Syughra” (Makkah Kecil) karena ia merupakan contoh paling menonjol untuk seni arsitektur tradisional muslim Uighur. Ia adalah salah satu masjid terbesar di cina dan jantung kehidupan kota Kashgar. Sebagian sumber menyebut Ia adalah masjid terbesar di dunia dengan nomor urut kesebelas, dan mampu menampung 20.000 jamaah.

F:\MAJALAH AL-UMM\VI\7\43993956000000_original.jpg

F:\MAJALAH AL-UMM\VI\7\شينجيانغ-..-صلاة-الجمعة-لـالإيغور-لم-تعد-تقام.jpg

Foto muslim Uighur yang menunaiakn shalat Jumat di Turkistan Timur (Xinjiang).

Sumber:

http://turkistantimes.com/ar/news-1500.html

http://turkistantimes.com/uploads/2018-04/ صوت تركستان (مارس 2018).pdf

http://www.lailat-khames.com/15793.html

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/63/1914_map_of_Asia.jpg

http://www.akhbarak.net/news/2017/04/16/10771812/articles/25006934/ كيف-وصل-الإسلام-إلى-الصين؟-عن-الأويغور-في-تركستان

https://www.islamstory.com/ar/artical/22338/ قتيبه-بن-مسلم-فاتح-بلاد-الصين

https://www.slideshare.net/yazeedhamoudieh/islamic-architecture-50481551

https://www.ecoi.net/en/file/local/1092057/90_1462195747_accord-2016-04-china-uyghurs.pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *