Kita telah membahas pentingnya akidah Ahlussunnah tentang Khulafa` Rasyidin, tentang makna Khulafa Rasyidin dan dasar hukumnya. Selanjutnya kita perlu menanamkan keutamaan Khulafa` Rasyidin kepada para siswa agar keimanan mereka semakin mantap tidak tergoyahkan. Keutamaan dan kemuliaan dalam bahasa Arabnya adalah manqabah, bentuk jamaknya manaqib.

Manaqib Khulafa Rasyidin sangatlah banyak. Semua penting untuk diketahui, namun jika tidak memungkinkan maka minimal kita terangkan manaqib secara ringkas yang langsung berdasarkan dalil-dalil al-Qur`an dan sunnah sebagai berikut.

Pertama: Manaqib Sayyidina Abu Bakar -Radiallahuanhu-, antara lain:

  1. Allah -Shalallahu alaihi wa salam- berfirman:

وَلَا يَأۡتَلِ أُوْلُواْ ٱلۡفَضۡلِ مِنكُمۡ وَٱلسَّعَةِ أَن يُؤۡتُوٓاْ أُوْلِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡمَسَٰكِينَ وَٱلۡمُهَٰجِرِينَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِۖ

“Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah…” (QS. An-Nur: 22)

Tidak ada perbedaan diantara para ulama bahwa ayat ini adalah tentang Abu Bakar -Radiallahuanhu- Ini adalah yang ada dalam kitab-kitab tafsir seperti al-Thabari, al-Baghawi, Ibn Katsir dan Ibn Sa’di. Maka Allah -Subhanahu wa ta’ala- menyebut Abu Bakar dengan sifat al-Fadhl (keutamaan).

  1. Allah -Subhanahu wa ta’ala- berfirman:

ثَانِيَ ٱثۡنَيۡنِ إِذۡ هُمَا فِي ٱلۡغَارِ

“… sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, …” (QS. At-Taubah: 40)

Continue reading

Pada edisi yang lalu telah kami sajikan bagian pertama dari terjemahan makalah Dr. Usman Qadri Makanisi yang dipublikasikan di website saaid.net.[1] tentang “Renungan Pendidikan Dalam Surat Maryam” yang berisi 12 poin penting terkait pendidikan Islam. Kini kita lanjutkan dengan “Renungan Pendidikan Dalam Surat Maryam” bagian kedua. Berikut ini adalah terjemahan saya terhadap lanjutan tulisan Dr. Usman Qadri yang saya beri catatan kaki, nama surat dan nomor ayat serta kesimpulan akhir:

Orang yang melihat Surat Maryam dengan seksama, dia akan mendapatkan bahwa surat ini berbicara tentang pendidikan keluarga, dan hubungan antara sesama anggota keluarga.

Bagian pertama berbicara tentang Sayyidina Zakariya dan putranya Yahya alaihimassalam, beban dakwah, memikul amanah, dan birrul walidain.

Bagian kedua berbicara tentang hubungan erat antara ibu dan anaknya, ibu yang perawan dan suci, Maryam, yang telah menghibahkan dirinya untuk agama Allah dan dakwah-Nya, anak shalih Isa u yang membela kesucian dan kemuliaan ibunya, memikul beban dakwah kepada Allah.

Bagian ketiga berbicara tentang Nabi Ibrahim u yang mendapat hidayah Ilahi, hubungannya dengan ayahnya ketika sang anak mengajak sang ayah dengan penuh sopan santun untuk menyembah Allah yang Maha esa, kemudian dia menyendiri menjauhi kaumnya ketika mereka bersikukuh membela kekufuran, maka Allah memuliakannya dengan keturunan yang shalih, hingga menjadi panutan bagi alam semesta.

Continue reading

  1. Hadits Abu Hurairah  , Rasulullah  bersabda:

لاَ عَدْوَى وَلاَ طِيَرَةَ، وَلاَ هَامَّةَ وَلاَ صَفَرَ، وَفِرَّ مِنَ اْلمَجْذُومِ كَمَا تَفِرُّ مِنَ اْلاَسَدِ

“Tidak ada penularan penyakit (dengan sendirinya), tidak ada kesialan karena (suara atau arah terbang) burung , tidak ada hammah (kesialan karena burung malam seperti burung hantu, atau tidak ada yang namanya ruh gentayangan yang menjadi burung karena tidak dibalaskan dendamnya), dan tidak ada shafar. Larilah dari penderita penyakit kusta seperti larimu dari singa.” (HR. Bukhari: 5579, Muslim: 101)

  1. Hadits Ibnu Masúd , Rasulullah  bersabda:

الطِّيَرَة شِرْكٌ، الطِّيَرَةُ شِرْكٌ، ثَلاَثاً، وَمَا مِنَّا إلاّ،َ وَلٰكِنَّ الله يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ.

“Thiyarah (pesimis, merasa akan bernasib sial karena khurafat) itu adalah syirik” sebanyak tiga kali, “tidaklah setiap kita melainkan (pernah mengalaminya), akan tetapi Allah menghilangkannya dengan tawakkal.” (HR. Abu Dawud: 3910)

  1. Hadits Abdullah ibnu Ämr  , Rasulullah  bersabda:

مَنْ رَدَّتْهُ الطِّيَرَةُ مِنْ حَاجَةٍ فَقَدْ أَشْرَكَ» قالوا: يا رسول الله، فَمَا كَفَّارَةُ ذَلِكَ؟ قَالَ: «يَقُوْلُ أَحَدُهُمْ اللَّهُمَّ لاَ خَيْرَ إِلاَّ خَيْرُكَ، ولا طَيْرَ إلا طَيْرُكَ، ولا إله غَيْرُكَ.

“Siapa yang dibatalkan dari hajatnya oleh thiyarah maka ia telah berbuat syirik.” Mereka bertanya: “Wahai Rasulullah, kalau begitu apa tebusannya? Beliau bersabda: “Salah seorang mereka berkata: “Ya Allah tidak ada kebaikan kecuali kebaikan-Mu, tidak ada kesialan nasib (keburukan, musibah) kecuali kesialan nasib (dalam takdir) Mu, dan tidak ada sesembahan yang benar selain-Mu.” (HR. Abu Dawud: 8412, Ahmad: 6748, Thabrani dalam al-Kabir, Ibnu Sunni dalam Ámalul Yaumi Wallailah)

  1. Hadits Abu Hurairah , ia berkata: Saya mendengar Rasulullah  bersabda:

»لاَ طِيَرَةَ وَخَيْرُهَا الْفَأْلُ ». قِيلَ: يَا رَسُولَ اللّهِ وَمَا الْفَأْلُ؟ قَالَ: «الْكَلِمَةُ الصَّالِحَةُ يَسْمَعُهَا أَحَدُكُمْ«.

“Tidak ada thiyarah, dan sebaik-baik thiyarah adalah al-Fa’l. Ditanyakan: Wahai Rasulullah apa fa’l itu? Beliau menjawab: “Yaitu kata-kata baik yang didengar oleh salah seorang kamu.” (HR. Bukhari: 5422, 5423, Muslim: 2223(

Thiyarah adalah merasa pesimis dan bernasib sial karena burung. Dulu orang jahiliyah jika memiliki satu keperluan kemudian melihat seekor burung terbang ke arah kanan maka ia merasa optimis dan melanjutkan niatnya. Jika ia melihatnya terbang ke kiri maka ia merasa pesimis lalu pulang mengurungkan niatnya. Maka Islam menolak khurafat tersebut, dan membatalkannya serta mengabarkan bahwa ia tidak memiliki pengaruh apapun, apakah pengaruh baik ataupun buruk.Continue reading

Para ulama telah menyebutkan perdebatan salah seorang ulama sunnah terhadap para pelopor dan penggagas ideologi “Khalqul Qur’an”; sebuah keyakinan bahwa al-Qur’an itu diciptakan[1] oleh Allah bukan diucapkan dan diwahyukan. Ulama ahlussunnah tadi betul-betul membungkan mulut penebar fitnah tersebut dengan “batu”. Kebenarannya membongkar kebatilan mereka. Dia sandarkan hujjah-hujjahnya kepada Kitab dan Sunnah Rasulullah . Itu adalah hujjah yang paling dekat sumbernya, bisa diperoleh dengan mudah dan gampang oleh siapapun. Dengarkanlah, kamu pasti terpikat oleh indahnya cara berargumentasinya serta kuatnya hujjah yang dipakainya.

Thahir ibn Khalaf berkata Tentang fitnah “Khalqul Qur`an” di masa Imâm Ahmad ibn Hanbal : Aku mendengar Muhammad ibn al-Watsiq (bergelar al-Muhtadi billah) berkata:

“Dulu, jika bapakku (Khalifah al-Watsiq Harun ibn Muhammad al-Mu’tashim Billah ibn Harun al-Rasyid, naik tahta pada tahun 227 H) hendak membunuh seseorang, kami dihadirkan di majelis tersebut. Kemudian dihadirkanlah seorang Syekh dalam keadaan terikat yang berlumuran darah karena siksaan. Kemudian berkatalah bapakku: “Ijinkanlah untuk Abu Abdillah dan sahabat-sahabatnya (maksudnya adalah Ahmad Ibnu Abi Du`ad, hakim agung yang menjadi gembong Mu’tazilah dan pelopor fitnah khalqul Qur’an)”.

Muhammad ibn al-Watsiq berkata: “Kemudian dimasukkanlah seorang Syaikh.”Continue reading

Persatuan umat Islam diatas agama Islam sangat penting, khususnya di zaman kita yang penuh dengan tantangan dan ancaman ini, dimana negara-negara Islam dijajah dan dipecah belah, umat Islam dijadikan target penjajahan mereka. Oleh karena itu persatuan umat Islam akan memberikan manfaat yang sangat banyak bai umat Islam, antara lain:

1. Persatuan itu akan membantu masyarakat muslim untuk menghadapi tantangan. Jika kita bersatu maka kita bisa bertahan di hadapan tantangan-tantangan zaman yang sangat banyak. Yakinlah, bahwa umat dan bangsa ini tidak akan mampu menghadapi tantangan zaman, kecuali dengan persatuan.

2. Persatuan membantu untuk menunjukkan kebesaran Islam dan kekuatan umat. Meskipun jumlah umat Islam 1,6 miliar, tetapi kalau tidak bersatu maka tidak manfaat besarnya jumlah.Continue reading