SAMBUTAN AGUS HASAN BASHORI DALAM DAURAH PIMPINAN SYAIKH DR. ABDUL KARIM BIN MUHAMMAD AL HUMAIDI

Rabu, 19 Agustus 1998 M

كلمة أغوس حسن بصري في دورة العلوم الشرعية يرأسها الشيخ د. عبد الكريم بن محمد الحميدي

 

 

وافق على هذه الكلمة كل من المشايخ:
١. الدكتور الهاشمي
٢. الدكتور الصبيحي
٣. الدكتور الحجيلان

Alhamdulillah dengan izin Allah kami:

M. Sholihan, M. Mujib Anshor, Agus Hasan Bashori, M. Syuaeb Al Faiz, M. Ali Khudlori, dan Zuraidah,

putra putri dari Bu Nur Fathonah (Dengan Bapak Komari), binti Tuchayah binti Sayi’/Marsaji (Dan Nafsiyah) bin Dani (Kabunan Kepulangan Gempol) berhasil mengabadikan silsilah keluarga kami dari pihak ibu Nur Fathonah dari dusun Kabunan Kel. Kepulangan Kec. Gempol, Kab. Pasuruan Jatim, berdasarkan penuturan Nara sumber:
– Nenek Tuchayah (Sukorejo Pandaan) rahimahallah
– Ibu Nur Fathonah rahimahallah
Dan kami tulis ini pada tanggal 2 Ramadhan 1418 H/1 Januari 1998
Ditulis oleh Kakanda Abi Abdil Barr (M Mujib Anshor)

File ini telah lama menghilang. Oleh karena itu begitu diketemukan oleh istri tercinta (Sumaiyah) langsung saya scan untuk diarsipkan.

File ini terasa sangat penting ketika saya tanya mas Sondi bin H. Anwar: mas ayahnya Pakdhe H. Anwar siapa? Dia menjawab: Entah siapa, saya tidak tahu!! Semua orang tua sudah wafat, tidak ada yang bisa ditanya lagi.

Subhanallah. Kakeknya sendiri tidak tahu.
Saya jawab: sebenarnya kami sudah nulis tapi hilang entah kemana.

Maka dengan silsilah ini kami tahu bahwa beliau adalah:
Sondi bin H. Anwar bin Masru bin Abu bin Dani.

File ini sangat membantu untuk silaturrahim.
Nabi -Shalallahu alaihi wa salam- bersabda:

من أراد أن يبسط له في رزقه وينسأ له في أجله فيصل رحمه
“Barang siapa ingin dilapangkan dalam rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung tali rahimnya.”

Bagi siapa saja yang sambung nasabnya kepada silsilah kami dari anak keturunan cangga Dani silahkan hubungi kami:
082 333 55 4141

Ponpes Al Umm, Malang, Jumat 29 Syawal 1439/ 13 Juli 2018

Ilmu sangat menentukan arah dan tingkat keagamaan individu dan umat. Ilmu dan agama adalah unsur terpenting dari suatu tsaqafah (kebudayaan) dan hadharah (peradaban). Ilmu melandasi kebudayaan, mengarahkan dan mengendalikannya1. Oleh karena itu konsep tentang ilmu adalah penting, dan lebih penting lagi adalah meluruskan kerancuan dalam konsep ilmu.

Sebagaimana kita ketahui sekarang ini di lembaga-lembaga pendidikan di luar Islam banyak yang tidak mengetahui atau bahkan tidak mau mengakui konsep ilmu dalam Islam, sementara di lembaga-lembaga Islam telah mengalami kerancuan dalam memahami ilmu menurut Islam.

Diantara unsur-unsur penting dalam konsep ilmu adalah pengertian ilmu, hakekat ilmu, macam-macam ilmu, hirarki ilmu buah ilmu dan penyakit ilmu. Contoh kerancuan yang sangat mendasar adalah pengertian dan penggunaan kata ilmu. Banyak orang menggunakan istilah ilmu untuk sains saja, dengan demikian agama termasuk Al-Qur’an dan Sunnah bukan termasuk ilmu, maka menurut mereka makalah yang ilmiah adalah makalah yang tidak memuat ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi S.A.W. Sebagian dosen melarang mengutip ayat dan hadits, ada yang membolehkannya namun dalam foot note saja2. Begitu juga ada orang yang mempertanyakan: Apakah Al-Qur`an kitab ilmu?3 Sungguh ini aneh sekali, sebab yang dia inginkan adalah apakah Al-Qur`an itu kitab sains? Maka ini menunjukkan kerancuan yang serius tentang istilah ilmu ini.

1 Baca Khalid Ibn Abdillah Al Qasim, et al., Al Madkhal Ila Al Tsaqafah Al Islamiyyah, Riyadh: Madar Al Wathan Li Al nasyr, 2009 hlm. 10. Juga Malki Ahmad Nasir, 2012, Konsep Ilmu dan Aplikasinya dalam Pembangunan. [Online], http://insistnet.com/konsep-ilmu-dan-aplikasinya-dalam-pembangunan-1/, Rabu 26 Nopember 2014.

2 Seperti yang pemakalah alami saat kuliah di Pascasarjana UMM tahun 2001 M.

3Silkan baca Dr Imarah Saad Syandul, Hal Al Qur`an Kitab Ilm? {Online}, http://e3jaz.way2allah.com/modules.php?name=News&file=article&sid=144

 

Dr. KH. Agus Hasan Bashori, Lc., M.Ag

Hari Ahad, 3 Maret 2018, setelah menyolati jenazah pakdhe Haji Anwar di Pandaan, kami menikmati rujak “Takwa”, kemudian mampir ke Bibik Siti Zaenab di Sukorejo Pandaan.

Mengingat suasana berkabung maka kami pun membicarakan tentang orang-orang tua kami yang sudah lebih dulu berpulang ke rahmatullah –insyaallah-, terutama Kyai Muhammad Bukhari, sebagai nara sumber adalah Bibi Siti Zaenab binti M. Bukhari. Pembicaraan dimulai setelah ashar dan dilanjutkan setelah maghrib.

Saya (Agus Hasan Bashori ibn Nur Fathonah binti Muhammad Bukhari (+Tuhayyah) ibn Gartam) adalah keponakan Bibi Siti Zaenab. Buyut kami dari jalur ibu bernama Gartam (mungkin asal Donganti) dan istrinya bernama buyut Katun (asli Dusun Sukorejo, Desa Karang Jati). Mereka ini dikaruniai 5 anak oleh Allah:

  1. Topo (berumah tangga di Ledok, Bangil, Pasuruan)

Pak Kyai Topo memiliki anak antara lain: Budhe Sofi, Rabi’ah, Majid (tidak menikah)

Ketiganya sering saya kunjungi saat saya menjadi santri di PPDU Bangil.

Kemudian satu lagi paling sering saya kunjungi sewaktu saya di Bangil, apakah saat saya nyantri atau sudah mengajar di PPDU dan di Manarul Islam Bangil adalah Mas Sajad yang taat beragama, putra Budhe Shofi. Dia memiliki satu putra laki-laki, sekarang tinggal di Surabaya bersama istrinya.

Ada juga Bapak Ihsan yang biasa dikenal sebagai orang pintar juga anak budhe Shofi, yang jarang kita kunjungi, biasanya kalau hari raya saja.

Juga ada mbak Ratna, dan Mas Ote. Entah sekarang mereka berada di mana.Continue reading

Abu Dzar orang ke empat atau ke lima yang pertama masuk Islam.
Saat yang sulit dia shalat menghadap Masjidil Aqsha dan bertanya kepada Nabi tentang Masjidil Aqsha dan Masjidil Haram kapan dibangun.
Terus dia hijrah ke Madinah lalu bertanya kepada nabi tentang keutamaan shalat di masjid Nabawi dan Masjidil Aqsha.
dalam mimpinya abu Dzar didatangi oleh Nabi Shalallahu alaihi wa salam dan diajak bicara berkaitan dengan Masjidil Aqsha.
Tahun 15 H ikut Umar -radiallahuanhu- membebaskan Masjidil Aqsha.
Lalu dia tinggal di Masjidil Aqsha Baitul maqdis.
Masyaallah.
Semoga Allah meridhoi Abu Dzar
Dan menjadikan kita bisa mengikuti jejaknya.Continue reading