D:\Dakwah\احكام أهل الذمة.jpg

26 Desember 2018

Di tengah hiruk pikuknya berita media sosial soal hukum seorang muslim mengucapkan selamat hari natal kepada orang nasrani, maka saya ingin mengingatkan sebagian referensi islam yang membahas masalah ini agar kita tetap bersama kebenaran sesuai dengan ilmu.

Syaikh Muhammad ibn Shalih al-Munajjid berkata[1]:

تهنئة الكفار بعيد الكريسمس أو غيره من أعيادهم الدينية حرام بالاتفاق ، كما نقل ذلك ابن القيم – يرحمه الله – في كتاب ( أحكام أهل الذمة ) حيث قال :

D:\Dakwah\احكام أهل الذمة.jpg

” وأما التهنئة بشعائر الكفر المختصة به فحرام بالاتفاق ، مثل أن يهنئهم بأعيادهم وصومهم ، فيقول: عيد مبارك عليك ، أو تهْنأ بهذا العيد ونحوه ، فهذا إن سلم قائله من الكفر فهو من المحرمات وهو بمنزلة أن يهنئه بسجوده للصليب بل ذلك أعظم إثماً عند الله ، وأشد مقتاً من التهنئة بشرب الخمر وقتل النفس ، وارتكاب الفرج الحرام ونحوه ، وكثير ممن لا قدر للدين عنده يقع في ذلك ، ولا يدري قبح ما فعل ، فمن هنّأ عبداً بمعصية أو بدعة ، أو كفر فقد تعرض لمقت الله وسخطه .” انتهى كلامه – يرحمه الله – .

“Mengucapkan selamat kepada orang-orang kafir atas hari raya natal (Christmas Day) atau lainnya dari hari-hari raya keagamaan mereka adalah haram secara mufakat, sebagaimana dikutip hal itu oleh Imam Ibnul Qayyim rahimahullah (751 H) dalam kitabnya Ahkam Ahli al Dzimmah (1/441). Dia berkata:Continue reading

Sebuah team (independen) rukyatul fajr Jakarta Islamic Center (JIC) di Koja, Jakarta berusaha melakukan verifikasi atas hasil riset ISRN (Islamic Science Research Network) UHAMKA dengan cara memotret fajar di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu pada 23 Agustus 2017 lalu.

Hasil analisisnya, kami presentasikan pada video berjudul: “Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (3)”. Silahkan ikuti melalui link:
https://www.youtube.com/watch?v=LHmJ2DYLBg8&t=7s

1) Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (1)
2) Mengapa subuh di Indonesia terlalu awal? (2)3) Analisis Iedul Adha (1)
4) Analisis Iedul Adha (2)
5) Analisis Iedul Adha (3)
6) Analisis data subuh Labuanbajo (1)
7) Analisis data subuh Labuanbajo (2)
8) Kalender Islam Global, imkan-rukyat lokal vs imkan-rukyat global
9) Awal subuh & isya: tinjauan berbagai teknologi dan proses
10) Kesalahan mendasar cara menganalisis data subuh Labuanbajo (1)
11) Kesalahan mendasar cara menganalisis data subuh Labuanbajo (2)

12) Korelasi antara polusi dan kehadiran fajar
13) Jadwal sholat beberapa kota tahun 2018 dengan sun depression angle baru

Sumber : https://www.saksono.org/2018/11/mengapa-subuh-di-indonesia-terlalu-awal.html?m=0

 

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ كَبيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا. اللهُ أَكْبَرُ، أللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، أللهَ أكْبَرُ وَلِلَّهِ اْلحَمْدُ. لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، الوَلِيُّ اْلحَمِيْدُ، لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ، وَيَحْكُمُ مَا يُرِيْدُ.
اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كَالَّذِيْ نَقُوْلُ، وَخَيْرًا مِمَّا نَقُوْلُ، وَلَكَ الحْمَدُ كَالَّذِيْ تَقُوْلُ، لَكَ الْحَمْدُ حَتَّى تَرْضَى، وَلَكَ الحْمَدُ إِذَا رَضِيْتَ، وَلَكَ الْحَمْدُ بَعْدَ الرِّضاَ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً أَدَّخِرُهَا لِيَوْمٍ كاَنَ شَرُّهُ مُسْتَطِيْرًا، سُبْحَانَ مَنْ لَمْ يَزَلْ عَلِيًّا كَبِيْرًا، سَمِيْعًا بَصِيْرًا، لَطِيْفًا خَبِيْرًا، عَفُوًّا غَفُوْرًا!
وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ، بَعَثَهُ اللهُ بِاْلهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ، بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيًا إِلَى اللهِ بِإِذْنِهِ، وَسِرَاجًا مُنِيْرًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى عَبْدِكَ، وَرَسُوْلِكَ، وَخَلِيْلِكَ، مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ اْلهَاشِمِيِّ اْلقُرَشِيِّ، مَا ذَكَرَهُ الذَّاكِرُوْنَ وَالْأَبْرَارُ، وَ مَا تَعَاقَبَ اللَّيْلُ وَالَّنهَارُ ، وَاخْتَلَفَتِ الْأَمْصَارُ، وَتَتَابَعَتِ الْأَعْصَارُ، وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
أمَّا بَعْدُ:
فَيَا أَيُّهَا اْلإِخْوَةُ الْمُسْلِمُوْنَ! أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ جَلَّ وَعَلاَ، فَهِيَ وَصِيَّةُ اللهِ لْلأَوَّلِيْنَ وَاْلآخِرِيْنَ:
وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا اللَّهَ وَإِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ لِلَّهِ ما فِي السَّماواتِ وَما فِي الْأَرْضِ وَكانَ اللَّهُ غَنِيًّا حَمِيداً (131النساء)

Allahu Akbar 3x
Ma’asyiral muslimin
Hari ini adalah hari syukur, harapan dan ukhuwah; hari dimana kita bergembira karena lulus madrasah bulan suci Ramadhan, dan siap untuk mengabdi kepada Allah, dan melayani hamba-hamba-Nya. Allah berfirman:
وَلِتُكْمِلُوا العِدَّةَ، وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (البقرة: 185)
Allahu Akbar 3x
Ma’asyiral muslimin
Pagi ini kita berkumpul di lapangan ini bersama keluarga, sanak dan handai taulan dan para tetangga, dengan berpakaian baru, perasaan haru, aroma wangi, dan hati berbunga-bunga dihiasi oleh harapan akan ampunan dan pahala setelah kita menyempurnakan bilangan puasa Ramadhan, rakaat qiyam Ramadhan, khataman al-Qur`an, dzikir, doa, I’tikaf dan zakat. Kita berkumpul dalam rangka mengagungkan Allah dan mensyukuri nikmat-nimat-Nya.
Salah satu nikmat terbesar adalah nikmat iman dan takwa, aman dan anugerah, tanah air yang indah, subur, luas dan kekayaan alam yang melimpah. Oleh karena itu di hari raya idul fitri ini mari kita merenungkan tema “cinta dan membela tanah air adalah bagian dari iman” (حب الوطن والمواطنة من الإيمان).
Allahu Akbar 3x
Ma’asyiral muslimin
Al-wathan adalah Tanah air yaitu tempat tinggalnya seseorang dan rumahnya, apakah dilahirkan disitu ataukan tidak.
Dikatakan al wathan al ashli yang disebut dengan al-ahli, dan wathan al fithrah adalah tanah tumpah darah; tanah tempat kelahiran; kampung halaman . Begitu pula negeri dimana dia berada apakah dia lahir di situ atau tidak, akan tetapi dia bermaksud untuk hidup menetap di situ.
Ibnu Jamaah dalam al-Minhal al-Rawi mengatakan: al Hakim berkata meriwayatkan dari Abdullah ibnul Mubarak:
“Siapa yang tinggal menetap di suatu kota selama 4 tahun maka dia termasuk penduduknya.” Wallahu a’lam,.
Sementara al-Wathaniyah (nasionalisme) adalah: Perasaan yang mengungkapkan loyalitasnya kepada negrinya. Yang dimaksud adalah aktifitas pribadi muslim dalam memenuhi hak-hak tanah airnya yang disyariatkan dalam Islam.Continue reading

Allah telah menanamkan nafsu biologis pada diri setiap insan. Nafsu ini wajib tersalurkan dengan benar, jika tidak maka akan terjadi kerusakan yang dahsyat. Allah Yang Maha kasih dan Maha Terpuji telah menyerukan kepada manusia agar bersikap hati-hati dalam menikmati keindahan dunia, tidak melampai batas dan tidak berlaku keji (QS. Al-A’raff: 31-33). Karena penyimpangan seksual akhir-akhir ini begitu marak dan menakutkan maka berikut ini kita bahas tentang kedudukan seksualitas dalam Islam berikut penyimpangan dan akibatnya.

KEDUDUKAN SEKSUALITAS DALAM ISLAM

  1. Naluri seks dan pemenuhannya adalah fitrah yang suci, bukan aib dan tabu apalagi dosa. Yang berdosa dan aib adalah perbuatan melanggar syariat,, karena itu orang yang enggan menikah – تَدَيُّنًا -diancam oleh Rasulullah :

(( فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِيْ فَلَيْسَ مِنِّيْ ))

  1. Kegiatan seksual secara halal adalah ibadah. Ibadahnya dalam bentuk kegiatan seksual dan melahirkan keturunan yang suci. Nikah sebagai pintu mendapatkan keturunan adalah bersifat prokreasi dan sebagai pemenuhan hajat biolobis adalah rekreasi. Rasulullah bersabda:

(( وَفِيْ بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ ))

  1. Nikah adalah sebab sempurna agama seseorang. Ibn Abbas berkata: “Tidak sempurna ibadah seseorang kecuali dengan menikah”. Mengapa tidak? Bukankah syahwat adalah pintu setan yang paling lebar dan paling efektif untuk menggoda manusia? Karena itu nikah adalah energi sekaligus media penyuci hati. Oleh karena itu Rasulullah memerintahkan setiap orang yang pandangannya jatuh pada sosok perempuan yang mengguncang nafsu biologisnya agar mendatangi istrinya, dengan begitu ketegangan jiwanya bisa mengendor dan gejolak birahinya bisa teratasi. (Silsilah Ahadits Shahihah no. 235)

  2. Nikah adalah sehat dan obat kuat, sekaligus penenang hati, penyejuk jiwa dan penyegar nalar. Dengan nikah ada senda gurau dan cumbu rayu antara sumai istri, ada waktu santai setelah penat oleh urusan kehidupan yang berat. Suamiistri bisa melepaskan dengan bebas dan sempurna semua naluri-naluri yang fitri. Setiap hasrat bisa terobati dan setiap kerinduan bisa terpuaskan. Karena itulah Allah melukiskan hubungan suami istri dengan:

Continue reading