1. Ahmad bin Hanbal -Rahimahullah-

Shalih bin Ahmad bin Hanbal berkata: “Ayah saya itu, apabila datang kepada beliau seorang yang zuhud atau hidup tirakat beliau menyuruh saya untuk melihat dan memperhatikannya, karena beliau ingin agar aku menjadi seperti orang itu!!” (Al-Siyar, 12/530)

Inilah salah satu pendidikan yang sukses, orang tua selalu mengenalkan dan mengikat anak dengan figur yang shalih yang menjadi contoh bagi gantungan cita-cita anak. Tidak seperti zaman sekarang, anak-anak mencari sendiri figur yang diidolakan melalui televisi dan dunia hiburan. Sungguh jauh antara hasil akhir dari dua model “pendidikan” tersebut!

2. Muslim Abu Abdillah al-Hanafi -Rahimahullah-

Muslim al-Hanafi berkata:

«بِرَّ وَلَدَكَ فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ يَبَرَّكَ, وَإِنَّهُ مَنْ شَاءَ عَقَّ وَلَدَهُ»

“Berbuat baiklah kepada anakmu karena hal itu lebih layak agar dia berbakti kepadamu. Sesungguhnya siapa yang mau, bisa saja ia durhaka kepada anaknya.” (Ibnu Abiddunya, al-Nafaqah ‘ala al-Iyal, 1/305, no. 149)

Ungkapan Muslim al-Hanafi ini mengingatkan kita semua agar menanam apa yang ingin kita petik buahnya, jika kita menanam kebaikan maka kita akan memetik buah kebaikan, namun jika menanam pohon keburukan maka jangan salahkan dan jangan menyesal jika yang keluar adalah buah kedurhakaan. Artinya perilaku anak adalah hasil pendidikan yang dia dapatkan dan perilaku orang tua yang dia saksikan.

Pepatah mengatakan:

كَمَا زَرَعْتَ تَحْصُدُ وَمَا زَرَعْتَهُ تَحْصُدُهُ

“Sebagaimana engkau menanam engkau akan mengetam, dan apa yang engkau tanam itulah yang akan engkau ketam.Continue reading

Edisi lalu sudah kita terangkan bahwa kita di hari Jumat itu makan di warung pak Muhammad di pinggir Jalan Raya, dekat jalan masuk ke desa Paungdok. Di edisi ini masih ada sedikit informasi yang tersisa, yaitu jalan masuk ke Paungdok tidak bisa dimasuki mobil karena di tengahnya ada banyak gundukan yang tidak bisa dikangkangi mobil, kemudian menyemput. Perhatikan foro berikut:

Untuk kebutuhan air bersih mereka menimba air di sumur dekat masjid pertama di sebelah kanan jalan begitu kita masuk desa, seperti dalam foto berikut:Continue reading

Telah kamisebutkan bahwa untuk menghasilkan anak didik muslim yang baik,beriman, bertakwa dan berakhlak mulia sebagaimana cita-citaPendidikan Nasional, maka kita harus menguatkan kurikulum PAI kitadengan muatan pokok-pokok ajaran Islam tentang Nabi -Shalallahu alaihi wa salam- ,Ahlulbait dan sahabat, sesuai dengan Sunnah Nabi – Shalallahu alaihi wa salam-,sehingga penyimpangan syiah tidak mendapatkan tempat di hati para murid atau siswa.

Diantaramateri yang wajib diajarkan dengan jelas dan tegas adalah masalah khatman-nubuwwah(penutupan kenabian) dengan Nabi Muhammad -Shalallahu alaihi wa salam-.Materi ini dapat menguatkan iman dan membatalkan konsep imamah Syiahyang menyimpang.

Kita wajib menanamkan kepada anak didik kita bahwa Nabi Muhammad -Shalallahu alaihi wa salam- adalah penutup para nabi dan penghulu para rasul. Allah -Subhanahu wa ta’ala- menegaskan di dalam al-Qur`an:

مَاكانَ مُحَمَّدٌ أَبا أَحَدٍ مِنْ رِجالِكُمْوَلكِنْرَسُولَ اللَّهِوَخاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكانَ اللَّهُبِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيماً (40

“Muhammaditu bukanlah bapak dari seseorang diantara kamu, tetapi dia adalahutusan Allah dan penutup para nabi. Dan Allah maha mengetahui segalasesuatu.” (QS. Al-Ahzab: 40).Continue reading

F:\MAJALAH AL-UMM\VI\7\181926-7 masjid id gha.jpg

Kashgar adalah salah satu kota paling terkenal dan paling penting di Turkistan Timur. Ia telah menjadi ibukota Turkistan dalam beberapa periode sejarah dan memiliki tempat yang hebat dalam perdagangan dengan Rusia di satu sisi dan Cina di sisi lain serta dengan Negara-negara di balik Sungai Amudayra. Dia menghubungkan Tiongkok dengan negara-negara Eropa. , dan dapat melakukan perjalanan ke sana dari kota Samarkand dan kawasan al-Shaghad.

Kota Kashgar terletak di Turkistan Timur dan berbatasan dengan:

Selatan: Pakistan, India (Kashmir), dan TibetContinue reading

D:\A\DESJO-00125_1-17.jpg

(Sejarawan Corsica Yang obyektif mengatakan: “Darah umat Islam bercampur dengan darah kaum Korsika, sehingga sekelompok besar dari mereka masuk Islam karena kelebihan Islam yang tak terhitung.”)

Pulau Korsika Tempat kelahiran Napoleon Bonaparte itu seluas 8.680 km2 dan populasi sekitar 326.000 jiwa, bahasa resmi nya adalah Perancis. Dari jumlah penduduk tersebut, hampir 10.000 beragama Islam, yang mayoritas berasal dari Aljazair dan Tunisia, dan sudah menjadi warga negara penuh.

Korsika ibu kotanya adalah Ajaccio. Ekonomi utamanya pertanian, dan tanaman utamanya adalah zaitun, anggur, sayuran, tembakau, pinus, Beberapa penghuninya juga berlatih memancing, juga tambang besi, timah, dan tembaga, juga dianggap sebagai kota wisata karena iklimnya yang sejuk dan bentang alamnya yang berbatu-batu.

D:\A\1200px-Locator_map_of_Arrondissement_Calvi_2017.png

Pulau Corsica terletak di Laut Mediterania, barat Italia, dan utara pulau Italia Sardinia, sekarang menjadi bagian dari Perancis, meskipun lebih dekat ke Italia daripada daratan Prancis, diduduki oleh Perancis pada tahun 1769. Budaya Corsica adalah campuran dari Italia dan Prancis. Bahasa ibu Korsika diakui sebagai bahasa daerah oleh pemerintah Prancis. Orang-orang Corsica cenderung lebih Italia daripada Perancis. Pulau ini adalah salah satu pulau terindah di Mediterania, dan pegunungan membentuk dua pertiga pulau, dalam satu rangkaian.Continue reading