19 september 2017

www.agushasanbashori.com – Myanmar yang menjajah dan menindas bangsa Rohingya dan mengupayakan pembasmian masyarakat sipil Rohingya dengan dalih atau alasan bahwa mereka adalah teroris harus dimusnahkan dari Arakan/Rakhine.

Benarkah demikian? Ataukah itu hanya propaganda untuk mengelabuhi dan membodohi umat Islam pada khususnya dan umat manusia di dunia pada umumnya?

Berikut bantahan dari ARSA dalam surat resminya tertanggal 14 September 2017.

Pimpinan ARSA mengatakan:

““The conflict in arakan represents a detereriorating humanitarian crisis that ARSA is Deeply concerned about. some 400.000 people have fled violence, crimes, and horror that are inhuman, and beneath the dignity of all human beings. ARSA’s one month humanitarian pause as announced on 10 september is intended to encourage humanitarian actors to enter and assess this appalling situation and be able to provide assistance to where it is needed.

ARSA feels that it is necessary to make it clear thath is has no links with al-Qaedah, ISIS, Laskar E Taibah, or any transnational terrorist group, and we do not welcome the involvement of these groups in the Arakan conflict. ARSA call on states in the region to intercept and prevent terrorist from entering arakan and making a bad situation worse.

ARSA also wants it to be known by all states that is prepared to work with security agencies to support counter-terrorism effort in the region in order to prevent the infiltration of terrorist groups into arakan.

Terjemahannya:

Konflik di Arakan merupakan krisis kemanusiaan yang memburuk yang sangat diperhatikan ARSA. beberapa 400.000 orang telah melarikan diri dari kekerasan, kejahatan, dan horor yang tidak manusiawi, dan di bawah martabat semua manusia. Jeda kemanusiaan ARSA selama satu bulan seperti yang diumumkan pada tanggal 10 september dimaksudkan untuk mendorong pelaku kemanusiaan untuk memasuki dan menilai situasi yang mengerikan ini dan dapat memberikan bantuan ke tempat yang dibutuhkannya.

Continue reading

16 September 2017

www.agushasanbashori.com – Badan Internasional non pemerintah yang bertugas mengususng HAM Amnesty International telah menyimpulkan bahwa mereka telah menemukan bukti bahwa “tentara Myanmar telah melakukan kampanye yang disengaja untuk membakar desa-desa Muslim di Arakan.”

Ini adalah Suatu kejatahan kemanusiaan yang berat, namun dunia tidak bergerak mengentikannya.

Seperti ini desa-desa muslim yang hangus karena kejahatan tentara Myanmar dan Budha Burma.

Ya Allah kabulkan doa-doa orang muslim Rohingya atas para penjahat yang menganiaya mereka ya Allah.

Dibakar, Dibantai Dan Lari Menyelamatkan Diri

Pemerintah Myanmar, Polisi, militer dan Budha Rakhine serta Budha Burma menindas etnis Rohingya, warga pribumi Arakan. Mereka mekalakukan kejahatan kemanusiaan berat kepada etnis Rohingya, membunuh, memperkosa, menyiksa, membakar hidup-hidup atau membakar setelah dipenggal kepala, dan membakar ribuan rumah, lalu mengusir mereka. Atau mengusir mereka lalu membakar rumah dan desa mereka. Sehingga mereka ketakutan, menyelamatkan diri. Kini sudah 370.000 jumalah muslim yang lari ketakutan seperti ini:

Continue reading

Dr. Maung Zarni seorang aktivis Burma beragama Budha pada tanggal 7 September memberikan kesaksian tentang apa yang dilakukan oleh negaranya dan bangsanya terhadap Rohingya. Dia berkata dalam akun twitternya:

“I am Burmese & Buddhist.I strongly condemn #AungSanSuuKyi, army & #Myanmar media 4 mis-framing my country’s #Rohinya genocide as “terrorism””

“Saya orang Burma & Buddhis. Saya sangat mengutuk #AungSanSuuKyi, tentara & # Media Myanmar media atas kesalahan mereka dengan membingkai genocide terhadap #Rohinya sebagai “terorisme”

Panggil aku “Rohingya”

Ini seperti kasus kesaksian keluarga wanita yang merayu Yusuf untuk berzina, yaitu sepupunya yang membenarkan Nabi Yusuf, dan diabadikan dalam firman Allah:

{وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِنْ أَهْلِهَا} [يوسف: 26]

Juga kesaksian Abdullah Ibn Sallam yang membenarkan al-Qur`aan melawan Bani Israil kaumnya yang mengingkari:

{وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى مِثْلِهِ} [الأحقاف: 10] قَالَ: «هُوَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَلَامٍ»